Sun, 24 Mar 2013 23:39:18 GMT | By MULA-ANTARA

Aksi 1.000 Lilin Kutuk Pembantaian Cebongan Yogyakarta

Jakarta (ANTARA) - Aksi 1.000 Lilin yang dilakukan oleh ratusan orang yang merupakan bagian masyarakat asal Nusa Tenggara Timur mengutuk pembantaian empat orang tahanan di Lapas Cebongan Yogyakarta.


Aksi 1.000 Lilin Kutuk Pembantaian Cebongan Yogyakarta

Jakarta (ANTARA) - Aksi 1.000 Lilin yang dilakukan oleh ratusan orang yang merupakan bagian masyarakat asal Nusa Tenggara Timur mengutuk pembantaian empat orang tahanan di Lapas Cebongan Yogyakarta.

"Kami mengutuk keras peristiwa yang tidak beradab ini dan meminta penegak hukum segera mengusut tuntas dan menghukum pelaku seberat-beratnya, siapa pun dia dan apa pun institusinya," kata Koordinator Aksi Yoyarib Mau, dalam aksi yang digelar di Bundaran HI, Jakarta, Minggu malam.

Menurut dia, pembantaian empat tahanan yang berasal dari NTT oleh kelompok bersenjata di Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (23/2) merupakan tragedi mengerikan yang menginjak-injak harkat dan martabat manusia secara keji.

Untuk itu, ia mengemukakan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Kapolri untuk menjamin rasa aman terhadap semua warga negaranya, khususnya mereka yang berada di Yogyakarta.

Tragedi pembantaian ini, lanjutnya, mencerminkan lemahnya kedudukan negara di hadapan kelompok tertentu.

"Pemimpin dan para penegak hukum mesti segera melakukan pembenahan secara serius agar hukum rimba ini tidak berlanjut, yang pada gilirannya menimbulkan kekacauan sosial," katanya.

Peserta aksi juga mendesak pemerintah segera membentuk tim investigasi menyeluruh terhadap peristiwa ini.

Yoyarib juga menambahkan, pihaknya mengucapkan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga dan TNI atas meninggalnya Sertu Heru Santoso dan Sertu Sriyono yang tewas diduga oleh keempat tahanan yang dibantai tersebut.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Imparsial, Poengky Indarti juga menyatakan mengutuk aksi kekerasan dan main hakim sendiri yang ditunjukkan pelaku pembantaian di Lapas Cebongan.

Karena itu, Imparsial mendesak agar aparat kepolisian dan TNI untuk bekerja sama mengungkap kasus ini dan menyeret para pelakunya ke pengadilan.

"Hukum harus ditegakkan. Tidak ada yang kebal hukum di republik ini," katanya.(ar)

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.384 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.481 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    927 respon

Total Respon: 9.792
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft