Tue, 04 Jun 2013 09:45:00 GMT | By PlasaMSN
8 Bom Diri yang Pernah Terjadi di Indonesia

8 Kasus Bom Bunuh Diri di Indonesia



8 Kasus Bom Bunuh Diri di Indonesia (© TEMPO/ Gunawan Wicaksono)
Next
Previous
Previous
  • 8 Kasus Bom Bunuh Diri di Indonesia (© TEMPO/ Gunawan Wicaksono)
  • 8 Kasus Bom Bunuh Diri di Indonesia (© [TEMPO/ Arie Basuki)
  • 8 Kasus Bom Bunuh Diri di Indonesia (© TEMPO/ Arie Basuki)
  • 8 Kasus Bom Bunuh Diri di Indonesia (© EPA/BAGUS INDAHONO)
  • 8 Kasus Bom Bunuh Diri di Indonesia
  • 8 Kasus Bom Bunuh Diri di Indonesia (© TEMPO/ Dinul Mubarok)
  • 8 Kasus Bom Bunuh Diri di Indonesia (© TEMPO/ Dinul Mubarok)
  • 8 Kasus Bom Bunuh Diri di Indonesia (© TEMPO/ Tony Hartawan)
Next
TEMPO/ Gunawan WicaksonoShow Thumbnails
Previous1 of 19Next
Bagikan galeri ini

Blaarrr...Sebuah ledakan terjadi di halaman Mapolres Poso, Sulawesi Tengah, Senin, 3 Juni 2013 pagi. Bom bunuh diri itu meledak saat pelaku yang mengendarai sepeda motor melaju menerobos pagi halaman Mapolres. Tubuh pelaku bersama sepeda motornya hancur dan berserakan di halaman Mapolres Poso atau sekira dua meter dari pos penjagaan.

Menurut Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjenpol Suhardi Alius kejadian yang terjadi sekitar pukul 08.03 WITA tadi pagi itu bermula saat seseorang yang diidentifikasi sebagai pelaku bom bunuh diri itu datang menggunakan sepeda motor ke Mapolres Poso.

"Pelaku menggunakan motor roda dua Yamaha Jupiter, masuk ke dalam Polres Poso melintasi pos penjagaan. Dia sempat diingatkan oleh petugas tapi tetap jalan terus," kata Suhardi Alius di Mabes Polri, Senin (3/6).

Tak lama setelah itu, ledakan terjadi antara pos penjagaan dengan masjid yang berjarak sekitar 15 meter. "Bermula terdengar ledakan kecil, yang diikuti ledakan besar. Tidak ada korban kecuali pelaku bunuh diri. Memang ada satu petugas bangunan mengalami luka di bagian tangan kiri," kata Suhardi.

Aksi ini bukanlah yang pertama terjadi. Berikut adalah kasus bom bunuh diri yang pernah terjadi di Indonesia.

1. Bom bunuh diri terjadi didepan Kedutaan Besar Austrlia pada 9 September 2004.

2. Bom bunuh diri terjadi di Bali (Bali 2), 1 Oktober 2005. Saat itu terjadi tiga lokasi ledakan, satu di Kuta dan dua di Jimbaran. Peristiwa itu menewaskan 23 orang dan melukai 196 orang.

3. Bom bunuh diri terjadi di Restoran A&W Plaza Kramat Jati Indah di Gang Polonia RT 14/06 No 3, Bidaracina, Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu, 11 November 2006. Pelaku diketahui bernama Muhammad Nuh alias Kholid.

4. 17 Juli 2009: Dani Dwi Permana meledakkan bom di Hotel JW Marriott di Mega Kuningan, Jakarta. Ledakan itu kemudian disusul ledakan di Hotel Ritz-Carlton yang terletak tidak jauh dari Marriott yang dilakukan oleh rekannya, Nana Ikhwan Maulana.

Tujuh orang meninggal dunia dan lebih dari 50 orang terluka dalam dua serangan bom itu.

Penyelidikan polisi menunjukkan perencanaan bom dipimpin oleh Noordin M. Top.

5. 15 April 2010: Muhammad Syarif meledakkan bom yang terpasang di tubuhnya di masjid yang terletak di dalam kompleks Mapolresta Cirebon, Jawa Barat.

Serangan ini melukai 25 orang anggota polisi yang sedang bersiap untuk menunaikan ibadah sholat Jumat,termasuk Kapolresta Cirebon AKBP Herukoco.

6. 29 September 2010: Abu Ali meledakkan bom di sepeda yang dikendarainya di dekat seorang anggota patroli Kapolres Bekasi, AKP Heri. Pelaku dan polisi selamat.

7. 25 September 2011: Achmad Yosepa Hayat meledakkan diri di halaman Gereja Bethel Injil, Solo, Jawa Tengah. Polisi mengatakan bahwa pelaku adalah anggota jaringan teroris Cirebon yang melakukan serangan di Mapolresta Cirebon.

8. 3 Juni 2013: bom bunuh diri dilakukan di halaman Mapolres Poso

3Komentar
4 Jun, 2013 20:23
avatar
BUNUH DIRI INI PERBUATAN YANG SIA-SIA. SIAPA YANG UNTUNG KARENANYA. TIDAK ADA. APA ORANG YANG BUNUH DIRI ITU DAPAT BINTANG JASA DARI ORGANISASINYA ? KOK PERBUATAN BUNUH DIRI ITU BANYAK TERDAPAT DIMASYARAKAT ISLAM. SEDANGKAN MEMBUNH DIRI SENDIRI ITU DOSA BESAR.
6 Jun, 2013 15:10
avatar
Saya orang Islam, dan memang betul bunuh diri itu adalah dosa besar, dan itu sangat dilarang oleh agama, tapi kenapa mereka menamakan 'bom bunuh diri' sebagai jihad? Bukankah lebih baik hidup dan berjihad dengan bekerja keras, menyantuni anak yatim, orang2 miskin, bersiar agama dengan santun (seperti ustad uje misalnya), bukankah dengan demikian akan dicatat oleh Allah segala amalan itu sebagai jihad bukan? Disamping itu hubungan dengan manusia lain akan lebih terjaga silaturahminya, bukankah menjaga silaturahmi merupakan ajaran Islam.
4 Jun, 2013 18:51
avatar
pret kupret ketupret! Teroris apaan??? Teroris selalu diidentikkan dengan pernyataan perlawanan kepada kaum kafir. Ini mah fitnah picisan yg udah gak menraik. Cuma bikin rating media tinggi, Islam dan kaum Muslimin disudutkan. Tolong Kepolisian jangan bego ya. Apa emang Keppolisian gak mampu menghadapi kejahatan Intelek tingkat Internasional yang sering gonta-ganti wajah? Ada Terorisme lah, perkosaan lah, flu burung lah.... Capeeeee deeeeeeeeeeeeeeech....................
Laporkan
Bantu kami untuk menjaga lingkungan yang stabil dan sehat dengan melaporkan segala jenis kegiatan ilegal dan tidak sesuai. Jika Anda merasa ada pesan yang melanggarAturan dasarharap isi formulir ini untuk memberitahu moderator. Moderator akan memeriksa laporan Anda dan mengambil tindakan yang dianggap perlu. Jika diperlukan, segala tindakan ilegal akan dilaporkan kepada pihak berwajib.
Kategori
Batas karakter 100
Anda yakin hendak menghapus komentar ini?

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    2.021 respon
  2. 66 %
    Tidak
    5.429 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    758 respon

Total Respon: 8.208
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft