Sat, 18 May 2013 04:45:00 GMT | By Merdeka

4 Polwan Cantik Langgar Hukum, dari Narkoba sampai Selingkuh

Polwan cantik anggota Polres Mojokerto, Jawa Timur, Briptu Rani Indah Yuni Nugraeni menghilang tiga bulan secara misterius.


Polwan Cantik (© Merdeka)

Polwan cantik anggota Polres Mojokerto, Jawa Timur, Briptu Rani Indah Yuni Nugraeni menghilang tiga bulan secara misterius. Kepolisan bahkan memasukkan Briptu Rani dalam daftar pencarian orang (DPO) atau buron.

Sementara informasi yang beredar di internal kepolisian, Briptu Rani menghilang karena malu foto-foto syurnya beredar luas di masyarakat. Bahkan dari golongan anggota polisi juga menerima foto-foto 'panas' Briptu Rani melalui BlackBerry-nya.

"Kabarnya memang seperti itu, benar tidaknya saya kurang paham. Tapi, informasi tersebut sudah didengar di lingkungan Polda Jatim," kata salah satu anggota Polda Jawa Timur.

Kapolres Mojokerto AKPB Eko Puji Nugroho sendiri, ketika dikonfirmasi terkait informasi beredarnya foto-foto hot Briptu Rani tersebut, mengaku tidak tahu menahu soal itu.

"Yang Jelas dia memang sudah kami tetapkan sebagai DPO dan sudah kami sampaikan ke Polda Jatim dan Mabes Polri untuk menangkap dia (Briptu Rani) jika menemukannya," kata AKBP Eko.

Selain Briptu Rani, berikut tiga kisah pelanggaran hukum yang dilakukan para polwan cantik.

1. Brigadir Dw tertangkap selingkuh


Polwan cantik anggota Sabhara Polresta Medan Brigadir Dw tertangkap selingkuh dengan rekan kerjanya, Bripka CS. Awalnya kedua insan beda jenis ini cuma curhat-curhatan, tapi kemudian hubungan mereka semakin jauh.

Suami korban yang juga seorang polisi bernama Brigadir AN menggerebek perselingkuhan istrinya itu dibantu warga. Peristiwa ini terjadi tahun 2012 lalu di kawasan Medan Area.

Saat digerebek, Bigadir Dw awalnya tak mengaku. Tapi kemudian Bripka CS ditemukan bersembunyi di kolong tempat tidur. Warga dan polisi yang menangkap basah mereka menghadiahi bogem mentah pada polisi mesum ini.

Kapolsekta Medan Kota, Kompol Sandy Sinurat menjelaskan masalah ini ditangani oleh Polres Medan.

2. Bripka Sumini pakai sabu


Bripka Sumini, anggota polwan Polres Salatiga, akhirnya direkomendasikan oleh Komisi Disiplin untuk dipecat.

Bripka Sumini sempat kabur dan dinyatakan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) serta tidak berdinas (desersi) selama kurang 18 bulan, sejak bulan Oktober 2011.

Bripka Sumini ditangkap lantaran kedapatan membawa narkoba jenis sabu-sabu saat petugas Resnarkoba Polres Salatiga menggerebek sebuah kos-kosan yang telah masuk target operasi (TO).

Setelah diperiksa polwan cantik ini positif menggunakan narkoba.


3. Iptu R pakai narkoba di diskotek


Polisi menangkap Iptu R karena positif menggunakan narkoba. Dari pengakuan Iptu R kepada polisi, dirinya ternyata sudah mengonsumsi narkoba sejak tahun 2008. Polwan cantik ini bahkan menenggak ekstasi di sebuah diskotek.

"Berdasarkan keterangan yang dihimpun sudah dari 2008 (mengonsumsi narkoba)", kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Imam Sugianto, Jumat (16/3/2013).

Iptu R kemudian menjalani rehabilitasi Pusat Rehabilitasi Penanganan Korban Narkoba Lido (PRPKN Lido), Bogor.

Iptu R diamankan pihak Propam Polres Jakarta Selatan karena diduga memiliki hubungan dengan mantan Kapolsek Cibarusah AKP Heru Budi Sutrisno yang tertangkap tangan menggunakan sabu-sabu. Dari handphone milik Heru Budi, polisi mendapatkan sebuah SMS yang menyebut nama Iptu R.Â

4. Briptu Rani, foto syur tersebar


Setelah dicari-cari oleh polisi, tiba-tiba Briptu Rani dikabarkan telah mendatangi Mabes Polri dengan ditemani keluarganya. Janda dari anggota Brimob Polda Jawa Timur, Briptu E, yang juga dikabarkan dipecat karena indispliner ini, datang ke Mabes Polri untuk menyerahkan surat pengunduran dirinya dari kepolisian.

Sementara informasi yang beredar di internal kepolisian, Briptu Rani menghilang karena malu foto-foto syurnya beredar luas di masyarakat. Bahkan dari golongan anggota polisi juga menerima foto-foto 'panas' Briptu Rani melalui BlackBerry-nya. "Kabarnya memang seperti itu, benar tidaknya saya kurang paham. Tapi, informasi tersebut sudah didengar di lingkungan Polda Jatim," kata salah satu anggota Polda Jawa Timur.

Kapolres Mojokerto AKPB Eko Puji Nugroho sendiri, ketika dikonfirmasi terkait informasi beredarnya foto-foto hot Briptu Rani tersebut, mengaku tidak tahu menahu soal itu. "Yang Jelas dia memang sudah kami tetapkan sebagai DPO dan sudah kami sampaikan ke Polda Jatim dan Mabes Polri untuk menangkap dia (Briptu Rani) jika menemukannya," kata mantan Kasat Reskoba Polrestabes Surabaya itu.

Namun, perwira dengan dua melati di pundak ini juga mengaku lega, setelah menerima kabar kalau Polwan dengan tinggi badan 165 cm dan pemilik berat badan 60 kg itu sudah ditemukan, serta sudah mendatangi Mabes Polri.

Sumber: Merdeka

10Komentar
18 Mei, 2013 06:36
avatar

APARAT MERUGIKAN DIRI SENDIRI..... TERMASUK HAK ASASI MANUSIA.....

APARAT MERUGIKAN NEGARA..............PATUT DI HUKUM MATI....

MAFIA ANGGARAN...............,,,,,......PATUT DI HUKUM MATI.....

MAFIA HUKUM...................I...................PATUT DI HUKUM MATI.....

MAFIA PAJAK...............................PATUT DI HUKUM MATI.....

APARAT NEGARA... APARAT HUKUM... MENOLAK HUKUMAN MATI....

KARENA MEREKA.... ADALAH PELAKU... DAN AKTOR NYA...

18 Mei, 2013 07:38
avatar

SAYA JADI INGAT OCEHAN KETUA PT  SUMSEL WAKTU MELAMAR JADI HAKIM AGUNG BAHWA SELINGKUH  ITU SAMA-SAMA ENAKNYA NDAK USAH DIHUKUM.

18 Mei, 2013 23:42
18 Mei, 2013 14:03
avatar
Ternyata Kecantikannya membawa Petaka, Korps digunakan sebagai Topeng di Masyarakat utk mencapai popularitas dibalik nistanya Perbuatan.....Buusyeeet..!!!
18 Mei, 2013 10:10
avatar
yahhhh ternyata cewek ato cowo plokissss sebelas dua belasss wahhhh gimana jadinya negriku ini... ???
18 Mei, 2013 20:21
Laporkan
Bantu kami untuk menjaga lingkungan yang stabil dan sehat dengan melaporkan segala jenis kegiatan ilegal dan tidak sesuai. Jika Anda merasa ada pesan yang melanggarAturan dasarharap isi formulir ini untuk memberitahu moderator. Moderator akan memeriksa laporan Anda dan mengambil tindakan yang dianggap perlu. Jika diperlukan, segala tindakan ilegal akan dilaporkan kepada pihak berwajib.
Kategori
Batas karakter 100
Anda yakin hendak menghapus komentar ini?

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    19 %
    Setuju
    361 respon
  2. 78 %
    Tidak setuju
    1.472 respon
  3.  
    3 %
    Tidak tahu
    62 respon

Total Respon: 1.895
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft