Tribun News Bisnis News Feed
Updated: Fri, 23 Aug 2013 00:48:44 GMT | By Tribun News Bisnis News Feed

Dollar Menguat, Harga Laptop di Glodok Naik



agfeed

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Dampak menguatnya mata uang Dollar AS terhadap mata uang rupiah berimbas kepada kenaikan harga Laptop di kawasan Glodok, Jakarta Utara. Dalam pantauan Tribun, Kamis (22/8/2013) tampak beberapa merek ternama laptop alami kenaikan.

Beberapa laptop merek Accer misalnya akan akan menaikan harganya pada September 2013. Kenaikannya sendiri tidak diprediksi karena masih menunggu biaya distrtibutor Accer di Indonesia.

"September katanya ada kenaikan namun belum diperkirakan naiknya berapa, masih nunggu keputusan dari distributor Accer," kata Vina, salah seorang penjaga Toko Accer di Glodok, Jakarta, Kamis (22/8/2013).

Saat ini harga laptop Accer bervariasi dan dimulai dari Rp 3 hingga Rp 8 juta. Harga untuk ultrabook untuk tipe Aspire P3 dijual seharga Rp 8,1 juta, Aspire E-1 431 dijual seharga Rp 3,5 juta, Aspire V-5 131 dijual seharga Rp 2,9 juta, dan Aspire V-5 431 dijual seharga Rp 3,7 juta dan Aspire V-5 471 G dijual seharga Rp 5,99 juta.

Khusus selama Bulan Agustus Accer tidak menaikan harga. Namun, meskipun tidak alami kenaikan harga penjualan laptop masih tersendat karena pasca lebaran pembelian berkurang. "Ya sama kayak hari biasanya mungkin 5-10 sehari," katanya.

Dalam pantauan Tribun sejumlah merek seperti Asus juga menaikan harga. Untuk tipe EE-PC seharga Rp 2,8 menjadi 3,3 juta. Untuk laptop asus berharga Rp 10 juta juga naik menjadi Rp 11 juta. Kenaikan hampir dialami seluruh merek laptop.

Setali tiga uang, Laptop Toshiba juga alami kenaikan dari berbagai tipe. Kenaikannya berksar diantara Rp 400 sampai dengan 500 ribu per unit. Alhasil laptop yang tadinya diahrgai sebesar Rp 4,5 juta menaik menjadi Rp 4,9 juta.

Tercatat ada tiga merek yang tidak alami kenaikan yaitu Zyrex, HP dan Samsung. Namun pada umumnya para pedagang tidak merasa adanya kenaikan permintaan meskipun beberapa merek tidak alami kenaikan.

"Harga jual beda tetapi kan kalau uang pembeli gak ada kan gak ada pengaruhnya," kata Adi, salah satu penjual.

Adi bahkan mengatakan kalau dampak penguatan dollar AS pada pasca lebaran cukup berpengaruh karena secara otomatis pendapatan masyarakat terkuras. Padahal margin pedagang tergerus karena kenaikan harga jual dari distributor.

"Kalau barang habis kan kami ambil baru dari distributor nah memang sebagian naik, sebagian tidak tapi kan kami gak hanya menjual satu merek, kalau yang naik ini kami mesti menaikan harga," katanya.

Sebelumnya diberitakan tribunnews.com, nilai tukar rupiah terus merosot, pada hari Kamis (22/8) pergerakan nilai tukar rupiah mencapai Rp 11,027 per dollar AS atau melemah sebanyak 252 atau 2,33 persen jika dibandingkan pada Rabu (21/8/2013) dimana pergerakan nilai tukar rupiah mencapai Rp 10,770.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    1.863 respon
  2. 66 %
    Tidak
    4.945 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    691 respon

Total Respon: 7.499
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

lainnya...

Berita Teknologi

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft