Republika Online
Updated: Tue, 15 Jan 2013 10:45:21 GMT

Rusia dan Indonesia Ingin Suriah Lakukan Perundingan Damai



Rusia dan Indonesia Ingin Suriah Lakukan Perundingan Damai

Rusia dan Indonesia Ingin Suriah Lakukan Perundingan Damai

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Rusia dan Indonesia menginginkan adanya perundingan damai untuk menghentikan kekerasan tanpa syarat di Suriah.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey V Lavrov dan Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa dalam pembicaraan mereka melalui telefon Jumat (11/1) lalu berupaya mencari solusi untuk mengakhiri krisis di Republik Arab Suriah dengan cara politik dan diplomatik.

Sebelumnya pada acara pelantikan Sekretaris Jenderal ASEAN di Jakarta, Rabu (9/1), Menlu Marty Natalegawa menyayangkan jatuhnya korban di Suriah, akan tetapi Indonesia menghormati negara tersebut dan tidak ingin urusan rumah tangganya diganggu oleh negara lain.

"Saya kira semua itu masih dalam proses. Indonesia mengambil sikap untuk Suriah yang terbagi menjadi tiga elemen. Yaitu desakan penghentian kekerasan, pengiriman bantuan kemanusiaan dan proses politik," kata Marty.

Menurut Marty, pengakuan terhadap suatu negara hanya terjadi satu kali dalam kehidupan berbangsa. Sebagai contoh adalah Indonesia mengakui kemerdekaan Sudan Selatan tapi tidak serta merta wajib mendukung pemerintahannya baik itu sah atau tidak sah.

0Komentar

poling berita

Yakinkah Anda, politik uang pada Pilpres 2014 kali ini makin marak?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1. 75 %
    Yakin
    5.201 respon
  2.  
    18 %
    Tidak yakin
    1.253 respon
  3.  
    7 %
    Tidak tahu
    456 respon

Total Respon: 6.910
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

lainnya...

Berita Teknologi

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft