
Proses Panjang Pemilihan Paus Baru Dimulai
REPUBLIKA.CO.ID, VATIKAN -- Paus Benediktus XVI resmi mundur dari Vatikan, Kamis (28/2) kemarin. Kini, proses panjang pemilihan Paus baru sebagai juru lentera umat Katolik dunia dimulai.
Reuters melaporkan proses pencarian Paus baru dimulai hari ini, Jumat (1/3). Hingga kini belum ada calon kuat untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Benediktus.
Terdapat 115 kardinal yang berusia di bawah 80 tahun sebagai kandidat Paus baru. Secara resmi proses panjang untuk membahas siapa sosok yang pantas menjadi Paus baru akan dilangsungkan pada Senin (4/3) mendatang.
Pemilihan Paus baru juga akan melibatkan jemaat, konsultasi tertutup sebelum konklaf mendiskusikan tantangan masa depan agar manajemen Vatikan lebih baik. Perbaikan citra Vatikan penting untuk menghapus krisis pelecehan seksual yang ada.
"Pembahasan dengan jemaat akan menjadi sangat penting untuk persiapan intelektual," kata Kardinal Boston Sean O'Malley.
Francis George dari Chicago menambahkan nantinya akan disaring daftar calon Paus kategori primer, sekunder dan lain-lain.
Pemilihan Paus baru juga diiringi persiapan rohani yang meliputi untaian doa-doa secara intensif. Direncanakan pemilihan Paus baru berlangsung pada pertengahan Maret.
Jadi tertanggal 24 Maret mendatang, Paus baru diharapkan sudah terpilih dan memimpin perayaan hari suci Paskah bagi umat Katolik dunia.
galeri foto terbaru
plasamsn hari ini
- Evolusi Miley Cyrus!
- Para Pemeran Hunger Games Catching Fire
- Balon Udara Jatuh di Turki
- Presiden Tunjuk Chatib Basri Jadi Menkeu
- Momen-momen Terbaik Musim Ini
- Perjalanan Xbox 2001-2013
- Selebriti yang Menerbitkan Buku Masak
- Negoisasi Politik dalam Segelas Bir
- Terrafugia TF-X, Mobil yang Bisa Terbang
- Manipulasi Foto Sejak Dulu Kala
- Kembang Kol dan Kentang, Sayuran Sehat Terlupakan
- Eksklusif: Sehari di Korea Utara
- Pengungsi Palestina Yang Terlupakan
- Berlomba Membangun Menara Manusia
- Pedrosa Akhirnya Taklukkan Le Mans
poling berita
Yakinkah Anda, artis-artis yang menjadi calon anggota legislatif mampu memperbaiki citra DPR?
- Lihat
- Bagikan
Berita Teknologi














