Republika Online
Updated: Fri, 01 Mar 2013 11:27:55 GMT

Proses Panjang Pemilihan Paus Baru Dimulai



Proses Panjang Pemilihan Paus Baru Dimulai

Proses Panjang Pemilihan Paus Baru Dimulai

REPUBLIKA.CO.ID, VATIKAN -- Paus Benediktus XVI resmi mundur dari Vatikan, Kamis (28/2) kemarin. Kini, proses panjang pemilihan Paus baru sebagai juru lentera umat Katolik dunia dimulai.

Reuters melaporkan proses pencarian Paus baru dimulai hari ini, Jumat (1/3). Hingga kini belum ada calon kuat untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Benediktus.

Terdapat 115 kardinal yang berusia di bawah 80 tahun sebagai kandidat Paus baru. Secara resmi proses panjang untuk membahas siapa sosok yang pantas menjadi Paus baru akan dilangsungkan pada Senin (4/3) mendatang.

Pemilihan Paus baru juga akan melibatkan jemaat, konsultasi tertutup sebelum konklaf mendiskusikan tantangan masa depan agar manajemen Vatikan lebih baik. Perbaikan citra Vatikan penting untuk menghapus krisis pelecehan seksual yang ada.

"Pembahasan dengan jemaat akan menjadi sangat penting untuk persiapan intelektual," kata Kardinal Boston Sean O'Malley.

Francis George dari Chicago menambahkan nantinya akan disaring daftar calon Paus kategori primer, sekunder dan lain-lain.

Pemilihan Paus baru juga diiringi persiapan rohani yang meliputi untaian doa-doa secara intensif. Direncanakan pemilihan Paus baru berlangsung pada pertengahan Maret.

Jadi tertanggal 24 Maret mendatang, Paus baru diharapkan sudah terpilih dan memimpin perayaan hari suci Paskah bagi umat Katolik dunia.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.292 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.210 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    886 respon

Total Respon: 9.388
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

lainnya...

Berita Teknologi

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft