Republika Online
Updated: Mon, 30 Jul 2012 03:03:00 GMT

Muslim Rohingya Dibantai, Iran Kecam Membisunya PBB

REPUBLIKA.CO.ID, Kekerasan yang menimpa Muslim Rohingya oleh Junta Militer Myanmar kini telah menjad...


Muslim Rohingya Dibantai, Iran Kecam Membisunya PBB

Muslim Rohingya Dibantai, Iran Kecam Membisunya PBB

REPUBLIKA.CO.ID, Kekerasan yang menimpa Muslim Rohingya oleh Junta Militer Myanmar kini telah menjadi perhatian dunia. Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun seolah diam seribu bahasa tanpa mengeluarkan tindakan nyata.

Terkait hal itu, Iran mengecam membisunya PBB. Negeri Mullah itu mendesak badan internasional tersebut untuk mengirimkan pasukan perdamaian ke negara Asia Tenggara tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan juru bicara Majelis Iran, Ali Larijani, Ahad (29/7). "Mengapa PBB tidak mengirimkan pasukan perdamaian ke Myanmar untuk menghindari pembunuhan terhadap kaum Muslim seperti pengiriman pasukan penjaga perdamaian ke Suriah?" ujarnya dalam sidang terbuka Majelis.

Menurut laporan terakhir, umat Islam di Myanmar berada dalam penderitaan manusia tragis. Laporan mengatakan 650 Muslim Rohingya tewas pada 28 Juni dalam bentrokan di wilayah barat Rakhine. Sementara 1.200 lainnya hilang dan 90 ribu orang telah terlantar. Mereka merampas hak-hak dasar warga Muslim di Rohingya termasuk pendidikan dan pekerjaan.

Pemerintah Myanmar menolak mengakui warga Rohingya, dan mengklasifikasikan mereka sebagai migran ilegal, meskipun mereka telah tinggal di negara itu selama beberapa generasi.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    1.870 respon
  2. 66 %
    Tidak
    4.963 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    694 respon

Total Respon: 7.527
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

lainnya...

Berita Teknologi

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft