Republika Online
Updated: Thu, 28 Feb 2013 21:26:16 GMT

Kunjungi Al Aqsa, Obama Diharap Buka Mata Dunia



Kunjungi Al Aqsa, Obama Diharap Buka Mata Dunia

Kunjungi Al Aqsa, Obama Diharap Buka Mata Dunia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Kunjungan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama ke Masjid Al Aqsa menjadi momentum bagus untuk membuka mata dunia. Masyarakat dunia akan melihat kondisi sebenarnya dari masjid yang masih dijajah Zionis Yahudi ini.

Imam Masjid Istiqal Jakarta, Ali Musthofa Yakub menilai kedatangan Obama akan membuka cakrawala baru pada masyarakat dunia.

Pesan yang ingin disampaikan adalah masjid Al Aqsa dibebaskan dari cengkraman Israel. Orang yang belum tahu atau memang sebelumnya tidak menaruh perhatian pada Al Aqsa akan memincingkan mata sewaktu Obama memasuki masjid.

"Tujuan akhirnya pembebasan masjid, tapi minimal membuka mata orang untuk prihatin melihat kondisi Al Aqsa," kata Ali pada Republika, Kamis (28/2).

Pasalnya, tambah Imam masjid yang menerima kedatangan Obama di Istiqal 2010 silam itu, kondisi Al Aqsa sangat memprihatinkan. Kondisinya bahkan lebih buruk dari masjid Istiqal. Karpetnya sudah banyak yang rusak, bangunannya tidak terawat. Namun, pembebasan Al Aqsa memang tidak mudah terjadi dalam waktu dekat.

Secara hukum Islam, masuknya Obama ke dalam masjid Al Aqsa tidak masalah. Obama seperti masuk di masjid manapun. Kecuali memang memasuki masjid di Makkah dan Madinah. Sebab, secara kemasjidan tidak masalah di masjid manapun.

"Sebelum disterilkan dari nonmuslim, zaman Rasullah dulu menerima tamu juga di masjid," tambah Ali.

0Komentar

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    19 %
    Setuju
    758 respon
  2. 77 %
    Tidak setuju
    3.158 respon
  3.  
    4 %
    Tidak tahu
    171 respon

Total Respon: 4.087
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

lainnya...

Berita Teknologi

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft