Republika Online
Updated: Fri, 05 Jul 2013 10:15:18 GMT

Kudeta Militer Disebut Awal Bencana Masa Depan Mesir



Kudeta Militer Disebut Awal Bencana Masa Depan Mesir

Kudeta Militer Disebut Awal Bencana Masa Depan Mesir

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Militer Mesir berhasil menggulingkan Mohammad Mursi dari kursi presiden pada Rabu (3/7) waktu setempat atau Kamis (4/7) dinihari WIB. Kudeta militer ini dianggap telah menghancurkan politik negara yang baru saja menghirup udara demokrasi untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade itu.

Kudeta militer ini dinilai kolomnis di The Guardian, Jonathan Steele akan menjadi bencana bagi masa depan Mesir. Militer yang tampaknya mundur dari politik setelah lengsernya Hosni Mubarak pada Februari 2011 telah kembali melangkah ke arena kekuasaan.

Menurut Steele, menolak hasil pemilihan yang bebas dan adil serta mengesampingkan hukum negara merupakan langkah yang seharusnya tidak diambil militer.

"Kenyataan bahwa langkah tentara disambut oleh banyak kaum revolusioner yang pertama kali berani pergi ke jalan-jalan melawan Mubarak pada 2011 adalah komentar putus asa pada kenaifan politik dan kepicikan mereka," kata Steele.

Steele menekankan dia tidak mengatakan Presiden Muhammad Mursi tidak bersalah. Tuduhan politik melawannya panjang dan rinci dimana pelanggaran terburuk Mursi adalah penerbitan keputusan memperpanjang kekuasaannya pada November lalu. Tapi, dengan cepat Mursi mencabut keputusannya setelah ada protes.

Selama gejolak terbaru demonstrasi di jalanan, Steele mengatakan Mursi kembali menunjukkan kemauan untuk berkompromi dan menawarkan pembentukan pemerintahan persatuan nasional serta mempercepat pemilihan parlemen baru.

"Namun, membuatnya (Mursi) bertanggung jawab pada kekecewaan selama dua tahun terakhir adalah tidak masuk akal," ujar Steele.

Bahkan, Steele juga menyatakan pemimpin partai oposisi yang justru bertanggung jawab atas dominasi Ikhwanul Muslimin pada pemerintahan Mursi. Ini karena Mursi telah mengundang mereka untuk bergabung dalam kabinet, tapi tawaran Mursi tersebut ditolak.

Steele mengatakan banyak pihak yang mengancam demokrasi Mesir dari dalam tubuh negara. Hal itu seperti birokrasi yang masih terdiri dari pejabat Partai Nasional Demokrasi bekas Mubarak, pengusaha elite dan kroni-kroninya.

Dia menambahkan mereka yang percaya militer akan melestarikan kebebasan baru akan segera kecewa. Dalam sejarahnya dari Cile pada 1973 dan Pakistan pada 1999, kudeta militer yang pertama disambut meriah warga akan diikuti tahun-tahun penuh keputusasaan.

"Untuk Mesir yang mengikuti tradisi ini adalah bencana," cetus Steel.

0Komentar

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    17 %
    Setuju
    1.372 respon
  2. 79 %
    Tidak setuju
    6.222 respon
  3.  
    4 %
    Tidak tahu
    322 respon

Total Respon: 7.916
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

lainnya...

Berita Teknologi

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft