Republika Online
Updated: Wed, 12 Jun 2013 15:55:55 GMT

Keberadaan Eks Agen CIA Edward Snowden Belum Diketahui



Keberadaan Eks Agen CIA Edward Snowden Belum Diketahui

Keberadaan Eks Agen CIA Edward Snowden Belum Diketahui

REPUBLIKA.CO.ID, HONG KONG -- Keberadaan mantan agen CIA, yang membocorkan dokumen rahasia program pengintai AS, masih belum diketahui. Informasi terakhir Snowden telah keluar dari sebuah hotel di Hong Kong, Senin (10/6) lalu.

Edward Snowden tiba di Hong Kong 20 Mei lalu. Ahad (9/6), sebuah video yang mengungkap identitas Snowden dipublikasikan atas permintaan Snowden sendiri.

Dua hari belakangan, tak ada petunjuk di mana Snowden mungkin berada atau apakah ia masih berada di wilayah otonomi khusus Cina tersebut.

Hong Kong telah menyetujui perjanjian ekstradisi dengan Amerika. Namun, perjanjian tak berlaku untuk kasus politik atau kemanusiaan.

Thomas Drake, mantan pegawai Badan Intelejen Nasional Amerika (NSA), tahu persis apa yang terjadi pada Snowden jika ia tertangkap.

Drake (56) dihukum atas kasus tindakan spionase pada 2010. Ia dituduh menyebarluaskan informasi tersusun tentang program sapuan tak berbatas berbasisi kabel (sweeping warrantless wire-tapping program) NSA.

''Semaksimal mungkin pastikan kamu (Snowden) didampingi pengacara hingga akhir dan carilah tempat dimana Amerika akan sangat sulit membuat perjanjian pengembalianmu,'' kata Drake.

Drake menyebut kasus Snowden seperti deja vu. Ia dalah satu dari enam orang yang diduga membocorkan program rahasia saat Barack Obama menjadi presiden pada 2009.

FBI melakukan investigasi terhadapnya karena Drake diduga menjadi sumber The New York Times tentang program pengintaian rahasia berbasis kabel milik NSA. Drake menyangkal tuduhan itu, namun ia tetap diputuskan bersalah atas tuduhan membocorkan rahasia negara.

Drake mengaku tak mengenal Snowden, tapi ia tahu siapa saja wartawan yang terlibat dalam laporan yang diberikan Snowden. Walau hidup Drake telah banyak berubah semenjak kasus itu, ia memesankan satu hal.

''Bagi yang masih percaya tentang kebebasan warga Amerika, tetaplah bertahan,'' kata Drake.


0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    1.968 respon
  2. 66 %
    Tidak
    5.249 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    737 respon

Total Respon: 7.954
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

lainnya...

Berita Teknologi

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft