
Hadiri KTT Nonblok, Wapres Bertolak ke Teheran
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Menggunakan pesawat Kepresidenan TNI-AU Boeing 737-400, Wakil Presiden, Boediono, Selasa (28/8) puku 19.00 WIB dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, lepas landas menuju Teheran, Iran. Wapres akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Gerakan Non-Blok ke-16, pada 30-31 Agustus 2012.
Turut dalam rombongan tersebut Ibu Herawati Boediono, sejumlah deputi Wapres, serta 10 wartawan dari berbagai media cetak dan elektronik. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa sudah berada di Teheran untuk mengikuti sejumlah pertemuan tingkat menteri.
Menurut rencana pesawat yang ditumpangi Wapres Boediono dan rombongan akan transit di dua negara yaitu di Kolombo, Srilanka, dan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab dalam perjalanan ke Iran.
Perjalanan dari Halim Perdanakusuma ke Kolombo memakan waktu sekitar empat jam 35 menit dan akan transit untuk mengisi bahan bakar sekitar 1,5 jam.
Selanjutnya dari Kolombo menuju Abu Dhabi akan memakan waktu penerbangan sekitar dua jam 30 menit dan di kota itu pesawat juga akan mengisi bahan bakar, dengan transit 1,5 jam. Setelah itu pesawat yang ditumpangi Wapres dan rombongan langsung menuju Teheran dengan memakan waktu penerbangan dua jam 30 menit.
Tahun 1961.
Menurut laman Kementerian Luar Negeri RI, Gerakan Non Blok (GNB) berdiri saat diselenggarakannya Konferensi Tingkat Tinggi I GNB di Beograd, Yugoslavia, 1-6 September 1961.
Juru bicara Wapres Yopie Hidayat mengatakan, selama berkunjung ke Teheran, Wapres juga akan melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah pemimpin dan kepala negara untuk melakukan pembicaraan bilateral, khususnya peningkatan kerjasama ekonomi.
galeri foto terbaru
plasamsn hari ini
- Wakil Bupati Bogor Telibat Skandal Seks
- Tebak Tatto Selebriti
- Belanda Pastikan Bawa Tim Inti ke Indonesia
- Disergap Kecantikan Tentara Perempuan Israel
- Penampilan Terbaik di Cannes Film Festival 2013
- BMW M135i Resmi Meluncur di Indonesia
- Gencatan Senjata Di Penjara Yang Liar
- 33 Hal Tentang Liga Primer Inggris 2012-13
- Tips Memotret dengan Smartphone
- Mengintip Isi Rumah Barbie di Berlin
- Busana Buruk Selebriti
- Manfaat Kolong Jembatan Di Southbank
- Mencari Garam di Ethiopia
- Perempuan ini Kecelakaan hingga lima kali
poling berita
Menurut Anda, pantaskah Presiden SBY mendapat penghargaan negarawan penjaga toleransi (World Statesman Award)?
- Lihat
- Bagikan
Berita Teknologi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Produsen prosesor perangkat seluler, Qualcomm, mengembangkan layar Miras...

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Satu lagi merek Printer asal Cina yang meramaikan pasar Indonesia, Pantum,...



REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Mahasiswa Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) Syamsiar Kautsar...









