Republika Online
Updated: Sun, 07 Apr 2013 15:19:55 GMT

Cina Buka Wisata di Pulau Sengketa



Cina Buka Wisata di Pulau Sengketa

Cina Buka Wisata di Pulau Sengketa

REPUBLIKA.CO.ID, SHANGHAI -- Pemerintah Cina akan membuka wisata di sebuah pulau yang masih menjadi sengketa dengan Vietnam dan Taiwan, Pulau Paracel. Dalam wisata itu, turis akan tinggal di kapal karena pulau tersebut hanya memiliki satu hotel dan tidak ada air minum.

Pulau yang di Cina disebut sebagai Xisha diklaim pemerintah Cina, Vietnam, dan Taiwan. Cina mengkontrol pulau tersebut sejat perang singkat dengan Vietnam selatan pada 1974.

Beberapa tahun terakhir ketegangan dan saling klaim berlanjut atas pulau yang berada di Laut Cina Selatan tersebut. Analis melihat langkah Cina tersebut merupakan pertarungan baru untuk mendapatkan wilayah eksplorasi minyak.

Kantor berita Xinhua melaporkan, perusahaan kapal Haihang Group akan mengerahkan 47 ribu ton kapal yang mampu membawa 2.000 penumpang. Kapal tersebut siap berlayar dan kapal lain tengah dibangun.

Dilaporkan BBC, wisata pertama akan dilakukan pada hari libur May Day. Wakil Gubernur Provinsi Hainan Tan Li mengatakan, turis akan makan dan tidur di atas kapal. Namun, turis tetap akan mengunjungi pulau untuk jalan-jalan.

Pada Maret tahun lalu, Vietnam mengatakan Cina menembak salah satu kapal nelayan di daerah tersebut. Cina mengklaim kapal Vietman secara ilegal memancing di wilayahnya. Laut Cina Selatan kaya akan cadangan minyak dan gas bumi sehingga menjadi sumber konflik maritim di antara beberapa negara.

0Komentar

poling berita

Yakinkah Anda, politik uang pada Pilpres 2014 kali ini makin marak?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1. 75 %
    Yakin
    5.324 respon
  2.  
    18 %
    Tidak yakin
    1.292 respon
  3.  
    7 %
    Tidak tahu
    468 respon

Total Respon: 7.084
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

lainnya...

Berita Teknologi

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft