Republika Online
Updated: Sat, 05 Jan 2013 10:17:44 GMT

Cerita Latif Yahia Selama Jadi 'Anak' Saddam Hussein



Cerita Latif Yahia Selama Jadi 'Anak' Saddam Hussein

Cerita Latif Yahia Selama Jadi 'Anak' Saddam Hussein

REPUBLIKA.CO.ID,Peperangan yang terus menerus terjadi di Irak dan Iran membuat keluarga mantan Presiden Irak Saddam Hussein selalu waspada. Karena selalu menjadi incaran lawan, anggota keluarga Saddam biasanya memiliki doppelgangger atau 'kembaran' yang dimanfaatkan sebagai tameng berlindung.

Dikutip dari BBC News Online, kembaran bagi anggota keluarga Saddam ini, biasanya menjadi tahanan dan dipaksa menjalani berbagai tugas berbahaya. Latif Yahia adalah salah satu orang yang sangat tidak beruntung karena memiliki wajah mirip dengan anak tertua Saddam, Uday Hussein.

Latif adalah salah satu perwira yang ikut dalam perang antara Irak dan Iran di tahn 90-an. Wajahnya yang mirip Uday, membuatnya dibawa ke istana dan dipaksa belajar bagaimana cara menjadi Uday Hussein.

Latif pun sempat menjalani beberapa tugas kenegaraan yang menjadi kewajiban Uday. Beberapa kali pula, ia menjadi sasaran pembunuhan berbagai pihak yang ingin membnuh Uday.

Dalam bukunya Uday Hussein is Worst Than a Psycopath, Latif menceritakan bagaimana ia bertaruh nyawa selama menjadi kembaran Uday, sementara Uday menghabiskan waktunya dengan berhura-hura dan berjudi.

Sekali waktu, pernah pula Latif menjadi saksi bagaimana Uday memperkosa perempuan yang yang baru saja menjadi pengantin baru. Malu dengan kejadian tersebut, perempuan tersebut pun bunuh diri dengan loncat dari gedung apartemen.

Tak tahan dengan apa yang harus ia jalani, Latif memilih mencari cara melarikan diri.Karena tak mungkin pulang ke keluarganya, Latif harus lari jauh dari Tanah Airnya. Kini, Latif sudah berusia 48 tahun dan sudah menulis tiga buah buku tentang pengalamannya.

Sebuuah film berjudul Monster's Double juga sempat dibuat berdasarkan ceritanya. Film ini tayang di Festival Film Sundance pada 22 Januari 2011 lalu.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.396 respon
  2. 66 %
    Tidak
    6.521 respon
  3.  
    10 %
    Tidak tahu
    937 respon

Total Respon: 9.854
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

lainnya...

Berita Teknologi

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft