Republika Online
Updated: Tue, 16 Apr 2013 06:48:23 GMT

Bom Maraton Boston, Tragedi Untuk Amerika



Bom Maraton Boston, Tragedi Untuk Amerika

Bom Maraton Boston, Tragedi Untuk Amerika

REPUBLIKA.CO.ID, BOSTON -- William Moscarelli berasal dari North End. Dia berdiri di Jalan Boylston, salah satu rute maraton yang dilalui peserta lomba maraton Boston.

Dia sedang menunggu seorang teman. Ketika bom meledak, dia pun berlari kencang. Dia melihat ke garis finis dan melihat asap, kemudian banyak orang berteriak ke arah dia, "menunduk"

"Kami kemudian menunduk ke tanah. Perempuan yang dekat dengan saya memiliki anak kecil. Dia menindih anaknya agar terlindung dari ledakan. Kemudian, bom kedua meledak,"ujarnya, dikutip dari thebostonglobe.

Moscarelli mengaku, hanya berjarak 50 hingga 60 kaki dari ledakan. Saat dia bangkit, Moscarelli melihat orang-orang di jalan dan di tanah dan para pengamat pun berhenti sementara.

"Ada delapan orang di tanah, berguling, asap datang, darah keluar dan pakaian robek,"ujarnya. Mereka berteriak kesakitan. Moscareli sempat berpikir apakah akan ada lagi ledakan.

Moscarelli bercerita dalam suara yang pelan dan penuh ketakutan. Ketika itu, dia hendak pulang. "Ini tragedi buat maraton, tragedi untuk Boston dan tragedi untuk Amerika,"ujarnya.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.329 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.325 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    905 respon

Total Respon: 9.559
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

lainnya...

Berita Teknologi

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft