Republika Online
Updated: Wed, 28 Aug 2013 22:21:35 GMT

Amerika Serikat Siap Serang Suriah, Ini Strategi Israel



Amerika Serikat Siap Serang Suriah, Ini Strategi Israel

Amerika Serikat Siap Serang Suriah, Ini Strategi Israel

REPUBLIKA.CO.ID,YERUSALEM -- Israel memperkuat pertahanannya pada Rabu, kata militer, menjelang kemungkinan serangan Amerika Serikat atas Suriah, yang dapat meluas ke perbatasan utara negara Yahudi itu.

"Sehubungan dengan konflik di kawasan itu, IDF (Pasukan Pertahanan Israel) melakukan tindakan pertahanan untuk melindungi negara Israel," kata sumber militer.

"Tindakan ini termasuk mekanisme pertahanan aktif dan pasif".

Radio militer melaporkan militer sedang menggerakkan sistem pertahanan rudal Iron Dome di utara, serta satu baterai pertahanan rudal Patriot ke Galilee barat.

Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya menuduh Presiden Suriah Bashar al-Assad melakukan serangan senjata-senjata kimia dekat Damaskus pekan lalu, yang menewaskan ratusan orang dan sedang mempertimbangkan serang-serangan militer.

Media Israel mengatakan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu melakukan sidang kabinet keamanan yang beranggotakan delapan menteri untuk melakukan konsultasi mengenai situasi Suriah.

Pada Selasa, Netanyahu berikrar akan menanggapi dengan keras terhadap "setiap usaha untuk mengganggu kami" dari Suriah atau sekutu-sekutunya, dalam satu kemungkinan reaksi terhadap serangan AS.

Tetapi juru bicara militer Brigjen Yoav Mordechai berusaha mengabaikan ketegangan itu, Rabu dengan menekankan tidak ada bahaya pada saat ini.

Militer terus menerus "menilai, memantau dan mengikuti perkembangan-perkembangan" di dan menyangkut Suriah, kata tulisan di Facebook, tetapi "tidak ada alasan untuk mengubah kegiatan sehari-hari kita."

Kendatipun demikian,Israel tetap mengganti masker gas tua , untuk menghadapi kemungkinan aksi balasan Suriah.
Seorang korespoden AFP melaporkan antri panjang di kantor pos Tel Aviv yang menjadi pusat distribusi masker-masker gas itu.

Dan Knesset (parlemen), satu komite parlemen mengenai garis belakang bersiap-siap menyelenggarakan sidang darurat.

Menjelang sidang itu ketua komite itu Eli Yishai, dari partai Shas yang ultra ortodoks, menyalahkan pemerintah karena menutup pabrik masker gas dan tidak mengalokasi dana yang cukup untuk membeli masker. Menurut Yishai, 40 persen dari warga Israel belum memiiki masker gas.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    2.072 respon
  2. 66 %
    Tidak
    5.561 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    782 respon

Total Respon: 8.415
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

lainnya...

Berita Teknologi

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft