Republika Online
Updated: Fri, 29 Mar 2013 19:56:30 GMT

Alasan Paus Franciskus Cuci Kaki Tahanan Muslim



Alasan Paus Franciskus Cuci Kaki Tahanan Muslim

Alasan Paus Franciskus Cuci Kaki Tahanan Muslim

REPUBLIKA.CO.ID, VATIKAN -- Paus Franciskus I memperingati 'Kamis Putih' dengan cara yang tak biasa. Jorge Mario Bergoglio mencuci kaki 12 tahanan Penjara Casal del Marmo, di pinggiran Kota Roma.

Pucuk pimpinan bagi 1,2 miliar Kristiani ini punya rangkaian agenda sosial menyambut hari besar itu. Juru Bicara Vatikan mengatakan, memang, baru Bergoglio yang melakukan aksinya seakrab ini. Pendahulunya, kata si jubir, tidak pernah seintim Franciskus. Terlebih dua narapidana itu adalah muslim dan perempuan.

Tradisi mencuci kaki 12 orang itu, adalah pengejawantahan dari tafsir alkitab, tentang 12 sahabat Isa Almasih dalam Perjamuan Terakhir. Dalam pidato tanpa teksnya, Uskup 76 tahun ini mengatakan, aksinya adalah kewajiban. ''Ini adalah contoh yang baik bagi semua manusia,'' kata dia.

Paus ini memang menjadi sorotan penting dunia lantaran kedekatannya dengan rakyat jelata. Sebagai imam gereja, Bergoglio memang menganut paham Jesuit, sebuah ideologi Kristiani yang menyatakan diri sebagai pelayan Tuhan.

Tidak heran jika seumur hidupnya, Bergoglio kerap menjalankan fungsinya sebagai pelayan terhadap masyarakat. Kata dia, keimanan beragama tidak akan berfungsi jika lalai merawat kelompok miskin dan marjinal.

Aksi mencuci dan mencium kaki, disebutnya sebagai bukti ketidaknajisan seorang pemimpin terhadap kelompok-kelompok marjinal dan penderita penyakit sosial. Dia menjelaskan, ''Kita semua harus 'melotot' dan pergi keluar untuk mengetahui penderitaan dan kesulitan yang orang lain alami,'' ujarnya.

Bergoglio menyindir sekelompok imam-imam gereja yang hanya duduk dan menunggu aduan dari masyarakat. Menurutnya, pencucian kaki para tahanan karena kelompok ini adalah kalangan yang dipersalahkan dan semestinya mendapatkan pelayanan baik. Apalagi, kata dia, tahanan-tahanan tersebut masih belia.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.342 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.377 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    912 respon

Total Respon: 9.631
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

lainnya...

Berita Teknologi

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft