Wed, 21 Nov 2012 18:46:55 GMT | By PlasaMSN, Santirta Martendano
Parahnya Penjara Rumbek Tengah

Para narapidana yang mendapat hukuman mati tidak mendapat akses keluar, seperti kebutuhan pengacara. Penjara di Sudan Selatan berjalan dengan hukum tidak jelas.



Rumbek, sudan (© EPA / DAI Kurokawa)
Next
Previous
Previous
  • Rumbek, sudan (© EPA / DAI Kurokawa)
  • Rumbek, sudan (© EPA / DAI Kurokawa)
  • Rumbek, sudan (© EPA / DAI Kurokawa)
  • Rumbek, sudan (© EPA / DAI Kurokawa)
  • Rumbek, sudan (© EPA / DAI Kurokawa)
  • Rumbek, sudan (© EPA / DAI Kurokawa)
  • Rumbek, sudan (© EPA / DAI Kurokawa)
  • Rumbek, sudan (© EPA / DAI Kurokawa)
Next
EPA / DAI Kurokawa Show Thumbnails
Previous1 of 17Next
Bagikan galeri ini

Narapidana menempati penjara Rumbek Tengah di Rumbek, Lake State, Sudan Selatan 24/10. Penjara yang dibangun pada tahun 1948 oleh pemerintah inggris ini dihuni oleh 600 tahanan yang sesak dengan perawatan yang minim. kesehatan makananpun kurang dijaga dengan baik. Laporan Human Rights Watch 2012, para narapidana, beberapa yang mendapat hukuman mati tidak mendapat akses keluar, seperti kebutuhan pengacara. Penjara di Sudan Selatan ini selain mempunyai fasilitas yang tidam manusiawi tenyata berjalan dengan hukum tidak jelas, tidak sesuai dengan hukum internasional.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.329 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.325 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    905 respon

Total Respon: 9.559
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft