okezone.com (© Copyright (c) okezone.com 2012, All Rights Reserved)
Updated: Tue, 18 Dec 2012 02:24:53 GMT | By fnugraha, okezone.com

Pasar Gelap Senapan AK-47 Menjamur di Afghanistan



Pasar Gelap Senapan AK-47 Menjamur di Afghanistan

KABUL - Warga Afghanistan berbondong-bondong membeli senjata sebagai perlindungan apabila krisis kembali terjadi di negara itu. Pada 2014 Amerika Serikat (AS) akan menarik mundur pasukannya dan membuat banyak pihak khawatir Taliban akan kembali berusaha untuk merebut kekuasaan di Afghanistan.

Harga senapan AK-47 di pasar gelap Afghanistan dilaporkan mengalami peningkatan tajam. Tahun lalu senapan Rusia itu dapat dibeli dengan harga USD400 atau Rp3,8 juta (Rp9.650 per USD). Namun saat ini harga senapan tersebut naik hingga tiga kali lipat.

"Semua orang membicarakan nasib Afghanistan Pasca 2014 seperti halnya membicarakan datangnya hari kimiat. Saya saat ini tidak merasa aman," ujar seorang warga Afghanistan yang menyimpan sebuah AK-47 di rumahnya, Mohammad Nasir, seperti dikutip Reuters, Selasa (18/12/2012).

Nasir mengaku membeli senapan itu untuk dapat melindungi keluarganya apabila Afghanistan kembali terjebak konflik.

Tidak hanya warga biasa di Afghanistan saja yang mempersiapkan dirinya dengan membeli senjata. Kelompok militan dan penguasa lokal di Afghanistan pun dilaporkan mulai mengumpulkan persenjataan untuk digunakan pada saat krisis pasca 2014.

Banyak pihak menyebut pemerintahan di Afghanistan akan jatuh dan kondisi keamanan akan memburuk pasca penarikan mundur pasukan AS pada 2014 nanti. Tentara lokal Afghanistan dianggap terlalu lemah dan dicurigai bisa saja membelot ke Taliban atau kelompok militan lainnya.

Pemerintah Aghanistan sendiri membantah rumor tersebut dan menyebut berita tentang kondisi kacau di Afghanistan adalah propaganda dari media barat. Presdien Afghanistan Hamid Karzai menegaskan bahwa tentara Aghanistan telah mengalami banyak kemajuan dan dapat menjaga keamanan negara itu tanpa bantuan dari pasukan AS.

Pemerintah Aghanistan juga menyatakan, perdagangan senjata di Afghanistan merupakan tindakan yang melanggar hukum dan warga yang diketahui melakukannya akan ditahan oleh aparat yang berwenang.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    1.868 respon
  2. 66 %
    Tidak
    4.953 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    693 respon

Total Respon: 7.514
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft