okezone.com (© Copyright (c) okezone.com 2013, All Rights Reserved)
Updated: Tue, 12 Mar 2013 12:47:46 GMT | By aulia, okezone.com

Kim Jong-Un: Perang Bisa Terjadi Sekarang Ini



Kim Jong-Un: Perang Bisa Terjadi Sekarang Ini

PYONGYANG - Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-Un, mengingatkan pasukannya agar terus waspada dalam menghadapi munculnya serangan seiring dengan munculnya laporan mengenai pembatalan perjanjian gencatan bersenjata. Jong-Un mengatakan, perang besar bisa terjadi saat ini juga.

Putra Kim Jong-Il itu mengunjungi pasukan-pasukannya yang dilengkapi artileri berat di dekat wilayah perairan. Kunjungan itu dilakukan di saat ketegangan di Korea semakin meningkat. Demikian, seperti diberitakan Fox News, Selasa (12/3/2013).

Seperti diketahui, jalur komunikasi antara Korut dan Korsel sudah terputus. Jong-Un mengingatkan kembali ke militernya, telah terjadi perseteruan berdarah dalam beberapa tahun yang lalu di wilayah tersebut dan hal itu menunjukan bahwa peperangan bisa terjadi pada saat ini juga.

Sejauh ini, belum jelas apa yang akan dilakukan Korut dalam beberapa hari ke depan. Namun Kementerian Pertahanan Korsel menilai, tidak ada tindakan mencurigakan dari pasukan Korut. Korsel pun yakin, tidak ada pula tanda-tanda bahwa Korut akan melakukan serangan ke Korsel.

Perang urat syaraf antara Korut dan Korsel kembali terjadi usai Korsel memulai latihan perang dengan Amerika Serikat (AS). Latihan perang itu dipandang sebagai persiapan untuk menyerang Korut. Dan Korut juga mengancam akan menyerang AS dengan senjata nuklir.

Sementara itu, AS pun ikut berkomentar menanggapi ancaman-ancaman yang dilontarkan Korut. Menurut AS, ancaman itu bersifat hiperbola meski demikian, AS akan tetap waspada dan berupaya melindungi mitranya, Korsel.

Di bawah kepemimpinan Presiden Park Geun-hye, Korsel berniat merespons segala bentuk ancaman Korut dengan tegas. Militer Korsel pun sempat mengatakan bahwa mereka sudah siap menginvasi Korut bila memang hal itu perlu dilakukan

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    1.775 respon
  2. 66 %
    Tidak
    4.704 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    663 respon

Total Respon: 7.142
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft