okezone.com (© Copyright (c) okezone.com 2012, All Rights Reserved)
Updated: Wed, 15 Feb 2012 18:57:33 GMT | By aulia, okezone.com

SBY Utarakan 5 Isu di Hadapan Dubes Asing



SBY Utarakan 5 Isu di Hadapan Dubes Asing

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berbicara di depan duta besar asing yang ada di Indonesia, hari ini. Dalam pidatonya, SBY memaparkan tantangan-tantangan yang dihadapi Indonesia selama ini.

Presiden menyebutkan bahwa keadaan di dunia di abad-21 ini banyak menunjukan perubahan. Selain itu, Presiden juga memaparkan bahwa Indonesia juga dihadapkan pada isu-isu yang kritikal dan fundamental.

Di hadapan para duta besar, perwakilan organisasi internasional, SBY menyebutkan tantangan yang dihadapi Indonesia selama ini. Presiden mengangkat lima isu yang menjadi perhatian pemerintah selama ini.

Isu pertama adalah Good Governance, reformasi birokrasi dan pemberantasan korupsi. "Masih diperlukan waktu untuk meneruskan pekerjaan besar, saya selalu mengajak penyelenggara negara, terus gigih dan efektivitas mengatasi masalah ini," ucap SBY di hadapan para dubes di Kementerian Luar Negeri RI, Pejambon, Jakarta, Rabu (15/2/2012).

Presiden juga menyebutkan konflik komunal yang menjadi tantangan Indonesia. Menurutnya disharmoni antar umat beragama, dan konflik komunal yang masih terjadi di Indonesia. Namun SBY mengklaim bahwa keadaan saat ini tidak seburuk dibandingkan waktu krisis 1998 lalu.

"Meski terjadi konflik dan benturan. Secara nasional, kerukunan sosial dan beragama masih terjaga dengan baik," imbuh Presiden SBY dalam pidatonya.

Pengelolaan Papua juga dianggap sebagai tantangan oleh SBY. Bagi Presiden masalah Papua bukanlah masalah kedaulatan. "Saya telah menghentikan pendekatan keamanan atas Papua. Kami memilih untuk melakukan prosperity and justice approach," tuturnya.

"Papua mendapatkan otonomi khusus yang luas, kebijakan percepatan pembangunan termasuk anggaran khusus, karena kami menyadari adanya ketinggalan, ada ketidakadilan di waktu lalu yang harus kami sentuh," lanjut SBY.

Dua isu penting yang dianggap sebagai tantangan bagi Indonesia di mata SBY adalah isu lingkungan hidup dan prioritas dan upaya dan mengurangi angka kemiskinan. Untuk lingkungan hidup Presiden menyebutkan pengurangan emisi gas buang hingga 26 persen adalah target sebenarnya.

Sementara untuk upaya pengentasan kemiskinan, SBY mengaku kebijakan pemerintahannya saat ini adalah pro-penciptaan lapangan pekerjaan dan pro-pengentasan kemiskinan. Dirinya pun memaparkan dua pendekatan dalam mengatasi tantangan ini, pendekatan itu antara lain pendekatan ekonomi dan pendekatan peran pemerintah.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    1.752 respon
  2. 66 %
    Tidak
    4.640 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    657 respon

Total Respon: 7.049
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft