
WASHINGTON - Bakal calon kandidat Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik Rick Perry menilai, Pemerintah AS terlalu berlebihan dalam mengecam kelakuan Marinir AS yang mengencingi mayat Taliban. Perry juga menyarankan agar marinir-marinir itu tidak dihukum.
Tidak ada dakwaan atas kelakuan para Marinir AS yang pada saat itu bertugas di Afghanistan. Namun, AS berniat untuk menghukum empat marinir itu. Saat ini, penyelidikan juga digelar di dalam Korps Marinir AS, karena Konvensi Jenewa sudah melanggar adanya pengotoran terhadap jenazah.
Perry mengatakan kepada CNN, para anggota marinir itu seharusnya ditegur, namun jangan dihukum, apalagi dengan menggunakan dakwaan kriminal.
"Bocah berusia 18-19 umumnya selalu melakukan kesalahan dan hal itu pun terjadi saat ini," ujar Perry, seperti dikutip CNN, Senin (16/1/2012).
Meski banyak pihak yang mengecam kelakuan Marinir AS yang mengencingi mayat Taliban, beberapa pihak tampaknya mendukung kelakuan Marinir AS. Seorang pelawak, Bill Maher dan kontributor CNN Dana Loesch juga tampak mendukung kelakuan marinir-marinir itu.
"Mayat hanyalah jasad orang mati dan hal itu tidak mengganggu saya. Bila mereka memang Taliban, saya tidak terganggu bila Marinir itu mengencinginya," ujar Maher, dalam acaranya di HBO.
Sementara itu Loesch membuat komentar yang sangat provokatif terhadap insiden itu. Dirinya mengatakan, bila ada di sana, dia juga akan mengencingi mayat para militan Taliban.
Lewat penyelidikan dari militer AS, para marinir yang terlibat dalam video itu tergabung dalam Batalion ketiga dan kedua dari divisi Kamp Lejeune di North Carolina. Pada saat itu, mereka bertugas di Provinsi Helmand, Afghanistan. Meski demikian, beberapa sumber mengatakan, keempat pasukan itu sudah tidak lagi tergabung dalam dinas Marinir AS.
Banyak pejabat AS seperti Menteri Luar Negeri Hillary Clinton dan Menteri Pertahanan Leon Panetta, mengutarakan kekecewaannya atas perilaku para marinir. Tindakan para marinir dinilai melanggar kode etik kemiliteran dan tidak sesuai dengan nilai-nilai Amerika.
North Atlantic Treaty Organization (NATO) bahkan menilai, tindakan yang dilakukan para Marinir AS sangat menjijikkan.
galeri foto terbaru
plasamsn hari ini
- Selamat Ulang Tahun Nicole Kidman
- Pemotretan Seksi Aktris Jamie Chung
- Pernikahan Islami, Apa Hanya Karena Cinta?
- Dieng Negeri Beratap Langit
- Pemandangan Paris Air Show ke-50
- 19 Ajaran Carrie Bradshaw tentang Hidup
- Lucunya Tupai Terbang Siberia
- Derita Di Desa Krebet
- FOTO: Kucing Dicalonkan Jadi Wali Kota
- Tokoh-tokoh Olahraga Pekan Ini
- Pemain PSMS: Kemana Lagi Kami Harus Mengadu?
- Yang Menakjubkan dari BMW X6
- Game-game Kejutan di E3
- Pekerja Bandara yang Ngawur
poling berita
Setujukah Anda dengan rencana pemerintah DKI yang akan memindahkan lokasi PRJ ke Monas?
- Lihat
- Bagikan
Berita Teknologi













