okezone.com (© Copyright (c) okezone.com 2011, All Rights Reserved)
Updated: Wed, 14 Dec 2011 19:01:24 GMT | By fnugraha, okezone.com

Bendera Palestina Akhirnya Berkibar di UNESCO



Bendera Palestina Akhirnya Berkibar di UNESCO

PARIS - Bendera Palestina akhirnya berkibar di kantor di badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengurusi Bidang Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Budaya (UNESCO). Pengibaran bendera ini mengukuhkan keanggotaan penuh Palestina di UNESCO.

Presiden Mahmoud Abbas melihat pengibaran bendera itu dengan beberapa anggota delegasinya. Mereka tampak khidmat melihat pengibaran bendera yang disertai dengan lantunan lagu kebangsaan Palestina, di kantor UNESCO di Paris, Prancis.

"Hari ini benar-benar menjadi hari bersejarah bagi rakyat Palestina, yang melihat bendera kami berkibar di Paris," ucap Presiden Mahmoud Abbas seperti dikutip AFP, Rabu (14/12/2011).

"Kami harap hal ini dapat menjadi pemicu positif bagi Palestina untuk menjadi anggota organisasi internasional lainnya di dunia," imbuh Abbas.

Abbas mengakui ambisi UNESCO yang selalu mempromosikan perdamaian, pendidikan, budaya dan ilmu pengetahuan. Abbas pun merasa bangga dengan pencapaian yang diraih Palestina di UNESCO.

Sebelumnya lembaga PBB itu mengakui keanggotaan penuh Palestina pada 31 Oktober lalu. Sebanyak 107 negara setuju untuk menerima Palestina sementara 14 menolaknya, dan 52 lainnya menyatakan abstain.

Amerika Serikat (AS) yang menolak keanggotaan Palestina, menilai upaya ini merupakan sebuah usah prematur tanpa disertai komitmen untuk memperoleh perdamaian jangka panjang. Sementara beberapa negara yang menyatakan abstain menilai, bahwa Dewan Keamanan PBB (DK PBB) sebelumnya mempertimbangkan proposal Palestina sebagai anggota penuh PBB.

Saat ditanya apakah status Palestina sebagai anggota penuh UNESCO dapat mendesak proposal Palestina untuk menjadi anggota PBB, Abbas menilai penerimaan 107 anggota UNESCO menunjukan penerimaan tersebut.

Meski senang dengan masuknya Palestina ke dalam tubuh UNESCO, kondisi ini justru mengancam kelangsungan lembaga itu. AS sebagai donator terbesar dari UNESCO mengancam untuk membekukan bantuan bagai badan milik PBB ini.

Penghentian donasi AS terhadap UNESCO akan menyulitkan organisasi ini untuk menjalankan program pendidikan dan mendukung demokratisasi di setiap negara. Selain terlibat dalam pendanaan, AS juga terlibat dalam program pemberantasan buta huruf yang dicanangkan oleh UNESCO.

Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton pada September lalu juga sudah memperingatkan UNESCO agar mempertimbangkan keputusannya dalam penerimaan keanggotaan Palestina. AS juga sudah mengancam akan menghentikan pendanaan ke organisasi itu.

Saat UNESCO memutuskan untuk menerima Palestina sebagai anggotanya, AS tampaknya tetap pada komitmennya. Alhasil, dana sebesar USD60 juta atau sekira Rp531 miliar yang hendak diberikan AS terpaksa ditunda.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    1.904 respon
  2. 66 %
    Tidak
    5.052 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    708 respon

Total Respon: 7.664
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft