Merdeka Dunia News Feed
Updated: Mon, 13 May 2013 21:34:00 GMT | By Merdeka Dunia News Feed

Paus Fransiskus tetapkan 813 santo setelah tolak masuk Islam



Berita Satu


MERDEKA.COM, Paus Fransiskus kemarin menetapkan ratusan martir yang dipenggal pada abad ke-15 lantaran menolak memeluk Islam menjadi orang-orang kudus dari Gereja Katolik Roma atau santo, saat dia memimpin upacara kanonisasi atau proses pemberian gelar santo pertamanya di Lapangan Basilika Santo Petrus, Vatikan.


Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Senin (13/5), para martir itu atau biasa disebut sebagai 'Martir dari Kota Otranto' merupakan 813 warga Italia yang dibunuh di Kota Otranto, selatan Italia pada 1480 lantaran menolak meninggalkan agama mereka yakni Kristen, setelah kota itu jatuh ke tangan Kesultanan Utsmaniyah dari Turki.


Persetujuan para martir ini mendapat gelar santo diputuskan oleh pendahulu Paus Fransiskus yakni Paus Benediktus XVI, dalam surat keputusan yang dibaca di sebuah misa pada Februari lalu. Saat itu, Paus asal Jerman ini mengumumkan untuk pensiun.


Tidak lama setelah Paus Fransiskus terpilih pada Maret lalu, dia menyerukan agar Gereja Katolik meningkatkan dialog dengan umat Islam. Namun, tidak jelas bagaimana pemberian gelar santo kepada para martir ini natinya dapat diterima umat Islam. Takhta Suci Vatikan juga mengatakanbahwa kematian 'Martir dari Otranto' harus dipahami dalam konteks sejarah.


Paus pertama dari Amerika Selatan ini juga memberikan Kolombia santo pertamanya, yakni seorang biarawati yang bekerja sebagai guru dan rohaniwan yang membimbing masyarakat pribumi abad ke-20,Laura of Saint Catherine of Siena.


Dia juga memberikan gelar santo kepada seorang perempuan asal Amerika Latin lainnya, Maria Guadalupe Garcia Zavala dari Meksiko yang mendedikasikan dirinya untuk merawat orang-orang sakit dan membantu umat Katolik menghindari penganiayaan selama tindakan keras pemerintah pada 1920-an.


Paus Fransiskus mengatakan kepada pada jemaat bahwa para martir adalah sumber inspirasi, terutama bagi banyak orang Kristen yang saat ini dan di banyak belahan dunia lain, masih menderita sebab tindak kekerasan. Dia juga menyebut bahwa para martir ini menerima kesetiaan dan menanggapi kejahatan dengan kebaikan.


Sumber: Merdeka.com


0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.358 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.410 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    918 respon

Total Respon: 9.686
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

lainnya...

berita internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft