Merdeka Dunia News Feed
Updated: Fri, 25 Jan 2013 19:33:23 GMT | By Merdeka Dunia News Feed

Google bongkar jaringan penjara rahasia Korea Utara



Berita Satu


MERDEKA.COM,


Aplikasi Google Earth secara tidak terduga berhasil mengungkapkan jaringan penjara rahasia di Korea Utara. Program penjelajahan pelbagai wilayah di Bumi lewat foto satelit ini setidaknya berhasil merekam enam penjara rahasia terkenal brutal di negara tertutup itu.


Amnesty International termasuk pihak memuji kecanggihan aplikasi Google Erat itu. Para pegiat hak asasi memperkirakan lebih dari 200 ribu orang di tahan di sejumlah penjara rahasia, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Jumat (25/1).


Juru bicara Amnesty International Neil Durkin mengungkapkan para tahanan terpaksa makan tikus atau bangkai buat bertahan hidup. "Sekitar 40 persen dari mereka meninggal lantaran kurang gizi," katanya kepada koran itu.


Dia menambahkan pemerintah Korea Utara bertahun-tahun membantah memiliki penjara-penjara rahasia untuk menyekap para penentang. Dengan temuan Google Earth ini, dia menegaskan bisa menjadi bukti untuk menekan agar pemimpin Korea Utara Kim Jong-un segera menutup kamp-kamp rahasia itu.


Bos Google Eric Schmidt mendapat kecaman lantaran bulan ini mengunjungi Korea Utara bersama seorang senator Amerika. Lawatan itu berlangsung beberapa pekan setelah uji coba rudal Korea Utara yang juga dikecam oleh Washington.


Joshua Stanton, pengacara asal Washington, Amerika Serikat, yang menyoroti persoalan hak asasi manusia di Korea Utara, berhasil mengenali tiga kamp itu, yakni Kamp 16, Kamp 22, dan Kamp Yodok. "Apa dilakukan Google dengan membantu orang-orang bercerita soal kebenaran di Korea Utara mungkin akan tergambar dalam sejarah mereka satu hari nanti," ujarnya.


Kamp 16 berisi lebih dari 10 ribu lelaki, perempuan, dan anak-anak. Sekitar 50 ribu orang ditahan di Kamp 22 dan mereka diperintahkan saling melempar batu. Tahanan wanitanya biasa diperkosa dan 22 ribu orang meninggal di sana saban tahun. Kamp Yodok menyekap sekitar 50 ribu warga Korea Utara.


Sumber: Merdeka.com


0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.292 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.212 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    887 respon

Total Respon: 9.391
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

lainnya...

berita internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft