JPNN
Updated: Tue, 14 May 2013 13:06:00 GMT | By JPNN

Hujan Peluru, Pawai Panik



JPNN
NEW ORLEANS - Keriaan warga Kota New Orleans, Orleans Parish (Orleans County), Negara Bagian Louisiana, dalam Parade Hari Ibu Minggu sore waktu setempat (12/5) berubah menjadi kengerian. Seorang pria tiba-tiba menembaki kerumunan sekitar 400 orang saat parade berlangsung. Sebanyak 19 orang terluka dalam aksi itu.

Kemarin pagi (13/5) Kepolisian New Orleans merilis video tentang parade berdarah tersebut. Dalam tayangan yang memperlihatkan kepanikan warga itu, ada gambar seorang pria yang diduga sebagai pelaku penembakan. Sebab, orang-orang terlihat berlari menjauhi pria tersebut. Sayangnya, wajah pria yang mengenakan kaus putih dan celana panjang berwarna gelap itu tidak terlalu jelas.

"Gambarnya memang samar karena direkam menggunakan kamera handphone. Tapi, kami harap ada individu yang bisa mengenali pria tersebut dan melapor kepada polisi," terang Jubir Kepolisian New Orleans dalam jumpa pers kemarin (13/5).

Dia menambahkan bahwa gambar diam pria yang dicurigai sebagai pelaku sudah beredar luas melalui YouTube.

Lewat publikasi tersebut, polisi berharap bisa segera menangkap pelaku dengan bantuan masyarakat. Apalagi, Kepolisian New Orleans juga menjanjikan hadiah uang tunai USD 10.000 (sekitar Rp 97,38 juta) untuk setiap informasi yang mengarah kepada pria di dalam gambar tersebut. Saat ini, polisi sedang melakukan perburuan besar-besaran di kota berpenduduk sekitar 369 ribu jiwa itu.

Selain mengejar tersangka, polisi melakukan serangkaian investigasi. Mulai menanyai korban dan saksi mata hingga menghimpun seluruh rekaman video terkait dengan peringatan Hari Ibu tersebut. Polisi yakin pelaku tidak hanya melepaskan satu tembakan. Meski sebagian besar korban hanya terserempet peluru, sedikitnya tiga orang mengalami luka serius.

Kepala Polisi New Orleans Ronal Serpas menduga, pelaku penembakan tidak hanya satu orang. Sebab, beberapa polisi yang bertugas mengamankan parade pada Minggu sore lalu mengaku melihat tiga pria mencurigakan. Ketiganya, konon, melarikan diri dari lokasi penembakan begitu melihat aparat keamanan mendekat. Namun, hanya satu orang yang aksinya terekam kamera handphone.

"Keistimewaan Hari Ibu ternyata tidak membuat para pelaku kejahatan menghentikan aksi mereka," kata Wali Kota New Orleans Mitch Landrieu. Minggu malam lalu, dia menengok 19 korban penembakan yang dirawat di rumah sakit kota tersebut.

Selain sepuluh pria dan tujuh perempuan, dua korban penembakan adalah anak-anak. Bocah perempuan dan laki-laki itu sama-sama baru berusia 10 tahun.

Insiden penembakan di sela perayaan atau peringatan hari istimewa seperti yang terjadi di New Orleans Minggu sore lalu bukanlah yang pertama. Sebelumnya, paling tidak ada dua insiden serupa di Amerika Serikat (AS). Januari lalu lima orang terluka dalam aksi penembakan di sela parade Hari Martin Luther King Jr. Sementara itu, empat orang terluka dalam insiden French Quarter.

Kemarin FBI New Orleans menegaskan bahwa insiden yang mengakibatkan 19 orang terluka itu bukanlah aksi terorisme. "Ini merupakan salah satu bentuk aksi kejahatan jalanan di New Orleans," kata Mary Beth Romig, Jubir FBI New Orleans. Oleh karena itu, aparat akan menjerat para pelaku dengan pasal kriminal biasa jika mereka tertangkap. (AP/AFP/hep/c6/dos)

0Komentar

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    19 %
    Setuju
    758 respon
  2. 77 %
    Tidak setuju
    3.165 respon
  3.  
    4 %
    Tidak tahu
    171 respon

Total Respon: 4.094
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft