JPNN
Updated: Thu, 28 Feb 2013 22:09:00 GMT | By JPNN

Bocah Transgender Ini Alami Diskriminasi di Sekolah



JPNN
COLORADO - Dunia pendidikan di Colorado gempar. Penyebabnya ialah ketika Coy Mathis dilarang menggunakan toilet cewek di Eagleside Elementary hanya karena dirinya merupakan seorang anak yang menjalani transgender. Tak pelak, kejadian tersebut membuat banyak pihak terkejut dan kecewa. Salah satu yang paling menyayangkan larangan tersebut adalah kedua orang tua Coy.


“Kami sangat pusing dengan keadaan ini karena awalnya semua berjalan baik dan murid-murid lainnya menerima. Namun semuanya berubah dan anak kami menjadi tidak bahagia,” terang Kathryn Mathis ketika diwawancarai CNN.

Kathryn mengatakan, Coy memang lahir dengan jenis kelamin laki-laki. Namun, Coy akhirnya menjadi seorang cewek. Awalnya memang tidak ada masalah ketika Coy masuk ke sekolah tersebut.

Tak ingin anaknya menjadi korban bully, Kathryn dan suaminya langsung berinisiatif menarik Coy untuk sementara waktu. Mereka sangat khawatir jika anaknya bakal mengalami beban mental.

“Kami menginginkan yang terbaik untuk Coy. Kami ingin agar dia bisa kembali ke sekolahnya dan diperlakukan dengan baik tanpa adanya diskriminasi,” tambah Kathryn.

Michael Silverman, seorang pengacara dari Yayasan pendidikan dan pertahanan hokum transgender mengatakan, kejadian tersebut bakal memberikan efek untuk keluarga dan sekolah.

Khusus untuk Coy, Silverman mengaku sangat menyayangkan. Pasalnya, Coy masih sangat muda untuk menerima semua sikap diskriminasi tersebut.

“Untuk beberapa orang yang transgender, diskriminasi adalah bagian dari hidup. Namun, untuk Coy, hal ini diterimanya ketika dia masih sangat muda. Dunia akan memandang sekolah ini,” ujar Silverman.

Selama ini, Coy memang selalu mengenakan pakaian perempuan. Bahkan, di pasportnya juga tertulis jika jenis kelaminnya adalah perempuan. Namun, Desember lalu, pihak sekolah mengharuskan Coy untuk menggunakan toilet cowok dan tidak boleh menggunakan semua fasilitas untuk murid cewek. (jos/mas/jpnn)

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.385 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.488 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    928 respon

Total Respon: 9.801
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

berita teknologi

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft