
Kemarin (2/11) AFP-Ipsos Hongkong memublikasikan hasil survei yang mereka lakukan terhadap responden di Jepang dan Tiongkok. Hasilnya, lebih dari separo responden di dua negara kuat di Asia itu masih berhadap Obama memenangkan pilpres. Itu tidak lepas dari pengamatan mereka sepanjang kampanye pilpres, bahwa Mitt Romney cenderung terlalu merendahkan negara-negara di Asia.
Menurut lembaga survei tersebut, dukungan terhadap Obama dan Partai Demokrat banyak mengalir dari Jepang. "Sebanyak 86 persen responden Jepang mengharapkan kemenangan kandidat Partai Demokrat. Sebaliknya, hanya sekitar 12,3 persen yang mendukung kandidat Partai Republik," terang Ipsos Hongkong yang melakukan survei terhadap sekitar 1.000 orang pada setiap negara.
Dengan jumlah dukungan yang lebih sedikit, responden Ipsos Hongkong di Tiongkok juga mengharapkan kemenangan Obama. "Sebanyak 63 persen responden berharap Obama kembali terpilih sebagai presiden (AS) untuk periode empat tahun mendatang," ungkap lembaga yang melakukan survei secara online selama September dan Oktober tersebut.
Direktur Ipsos Hongkong Andrew Lam mengatakan bahwa hasil survei itu merupakan dampak langsung debat politik terbuka yang dilakukan dua kandidat sebanyak tiga putaran. Dalam debat yang disiarkan secara langsung itu, Obama memang lebih kalem daripada Romney saat menyoroti kebangkitan ekonomi dan militer Asia. Khususnya, Tiongkok dan Jepang.
"Komentar tajam Romney atas kebijakan mata uang Tiongkok dan kemerosotan perekonomian Jepang justru membuat dia kehilangan dukungan," kata Lam. Kendati demikian, dukungan untuk Romney dari responden Tiongkok tetap lebih besar ketimbang Jepang. Secara keseluruhan, menurut Lam, Asia menginginkan Obama kembali berkuasa.
Terpisah, Chen Qi, pakar hubungan internasional dari Tsinghua University, mengatakan bahwa penghargaan warga Tiongkok terhadap Partai Republik AS memang lebih besar. Sebab, partai itulah yang sukses mengembalikan hubungan baik dua negara di bawah pemerintahan mendiang Presiden Richard Nixon. Tetapi, bagi penduduk Negeri Panda, latar belakang Romney sebagai orang kaya kurang menarik.
"Sebagian besar rakyat (Tiongkok) lebih merasa nyaman dengan Obama yang memperhatikan masyarakat kelas bawah. Sebaliknya, mereka menaruh kecurigaan yang tinggi pada orang-orang kaya atau pebisnis sukses yang memasuki dunia politik," ungkap Chen. Kepada Obama, responden Tiongkok dan Jepang pun menggantungkan harapan mereka atas terwujudnya dunia yang lebih aman dan damai. (AFP/hep/jpnn/c1/ami)
galeri foto terbaru
plasamsn hari ini
- Lapas Salemba Rusuh, Napi Saling Tusuk
- Lagu-Lagu Musim Panas Favorit
- Foto-foto Terbaik dari Arena Olahraga
- Memahami Hak Perempuan dalam Islam
- Hiruk Pikuk Pengumuman Kelulusan SMA
- Tebak Tatto Selebriti
- Pemandu Arah Kiblat Berbasis GPS
- Perjalanan Bayern dan BVB Menuju Wembley
- Stockholm Rusuh, Mobil-Mobil Dibakar
- 10 Aturan Tidak Resmi Saat Karaoke
- Keliling Havana dengan Bel Air 1956
- Pameran Mesin Judi Asia
- Terapi Kuda Di Meksiko
- Aksi Tendangan Bola Anak Kecil ke Gawang
- Wallpaper Pantai-pantai Indah
poling berita
Menurut Anda, pantaskah Presiden SBY mendapat penghargaan negarawan penjaga toleransi (World Statesman Award)?
berita teknologi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nokia dilaporkan bakal meluncurkan smartphone generasi terbaru yang dile...

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perangkat penyimpanan digital (hard disk) eksternal berkapasitas dua ter...

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Produsen perangkat penyimpanan digital (hard disk) Western Digital (WD) ...

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nokia kembali mengajukan klaim tambahan perihal pelanggaran paten terhad...

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Amazon mengumumkan bahwa tablet terbarunya, Kindle Fire HD 7 inci dan Ki...

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penelitian yang dipublikasikan dalam the Proceedings of the National Aca...










