JPNN
Updated: Sun, 25 Aug 2013 03:02:00 GMT | By JPNN

AS Kaji Opsi Serang Suriah



JPNN
SURIAH - Amerika Serikat (AS) tengah mempertimbangkan opsi kekuatan militer guna membantu para pemberontak Suriah merebut kekuasaan di negeri minyak itu. Hal ini terungkap dari pernyataan Menteri Pertahanan AS, Chuck Hagel yang telah memerintahkan agar pasukan angkatan laut negeri Paman Sam itu menuju perairan di dekat Suriah dengan alasan pasukan pemerintah Bashar Al-assad telah menggunakan senjata kimia untuk membasmi para militan.

Hagel mengatakan kepada wartawan bahwa Presiden Barack Obama telah meminta Pentagon memberikan masukan tentang berbagai opsi militer, setelah menerima informasitentang penggunaan senjata kimia oleh pemerintah Suriah terhadap warga sipil. "Departemen Pertahanan memiliki tanggung jawab memberikan masukan kepada Presiden tentang opsi yang mungkin dilakukan," katanya Hagel seperti dilansir huffingtonpost, Jumat (23/8).

Saat pembahasan menyangkut berbagai opsi militer itulah dibutuhkan keputusan untuk segera menempatkan pasukan serta persiapan lainnya. Para pejabat pertahanan AS mengatakan, pasukan angkatan laut telah memindahkan kapal perangnya ke perairan internasional di dekat Suriah.

Dalam sebuah wawancara, Obama mengaku prihatin dengan penggunaan senjata kimia yang diduga dilakukan pasukan pemerintah Suriah terhadap warga sipil di dekat Damaskus. Obama juga menyatakan, apabila pasukan Suriah terbukti menggunakan senjata kimia maka AS akan turun tangan.

Meski demikian ia mengakui risiko yang harus ditanggung karena menyerang negara lain tanpa adanya mandat dari PBB selain dukungan dari Israel yang sejak lama mengkhawatirkan persenjataan kimia Suriah jatuh ke tangan para pejuang Hisbullah Lebanon.

Sementara itu, sekutu terdekat pemerintah Suriah, Rusia, mengatakan mereka memiliki bukti bahwa kelompok pemberontak berada di balik serangan yang menggunakan senjata kimia itu. Sejak awal, kelompok oposisi Suriah mengatakan bahwa ratusan orang tewas dalam serangan pasukan pemerintah di luar Kota Damaskus.

Sebelumnya, rekaman video yang beredar di masyarakat tetapi belum diverifikasi kebenarannya memperlihatkan warga sipil terutama anak-anak- tewas mengenaskan. Selain itu banyak juga terlihat kesakitan akibat serangan yang diduga dari senjata kimia. (esy/jpnn)

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    1.839 respon
  2. 66 %
    Tidak
    4.881 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    685 respon

Total Respon: 7.405
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

berita teknologi

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft