Updated: Mon, 27 Aug 2012 17:08:00 GMT | By BeritaSatu.com Feed kanal Dunia

Terjang Jepang, Topan Bolaven Ganggu Listrik dan Transportasi



Berita Satu

BERITASATU.COM - Selain membatalkan penerbangan, pelayaran dan transportasi darat, terjangan Topan Bolaven di kawasan Okinawa juga memadamkan listrik.

Topan Bolaven yang tergolong kuat menerpa wilawah pulau di sebelah selatan Jepang, Okinawa, serta memberikan dampak yang tidak ringan di sejumlah kawasan. Pemerintah setempat melaporkan, setidaknya beberapa kawasan harus mengalami padamnya listrik, dengan peringatan ancaman gelombang tinggi, juga angin kencang dan longsor pun segera disampaikan.

Sebagaimana diberitakan NHK, Topan Bolaven yang merupakan "edisi" ke-15 musim ini, melintasi Okinawa pada Minggu (26/8) malam, membawa hujan lebat serta terpaan angin kencang. Setidaknya sebanyak tujuh orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat terjangan itu, termasuk di Prefektur Kagoshima di ujung selatan Pulau Kyushu, sebelah utara Okinawa.

Pada Senin (27/8) pagi, semua penerbangan dari dan ke Naha, ibu kota Okinawa, harus dibatalkan. Demikian juga dengan sebagian besar jadwal pelayaran yang menghubungkan pulau itu dengan kawasan lainnya. Sementara layanan transportasi bus sudah seharian harus dihentikan beroperasi.

NHK juga melaporkan, sebanyak 16.800 rumah di Okinawa, plus 59.800 atau sekitar 64 persen dari rumah-rumah di Kepulauan Amami, harus merasakan pemadaman listrik, akibat terjangan topan tersebut.

Seperti dilaporkan Badan Meteorologi Jepang, terhitung pada Senin pukul 09.00 waktu setempat, Bolaven terpantau bergerak ke arah utara, menuju Semenanjung Korea, dengan kecepatan 20 kilometer per jam. Topan itu sendiri diketahui memiliki kecepatan angin maksimal hingga 144 km per jam,, serta kekuatan terjangan 216 kph.

Saat ini, hujan dengan curah hingga 250 milimeter (per jam) diramalkan terjadi di Okinawa dan wilayah bagian selatan Kyushu hingga Selasa (28/8) pagi, dengan perkiraan mencapai 200 milimeter di Kepulauan Amami. Sebelumnya, Bolaven sendiri diperhitungkan sebagai salah satu kondisi cuaca yang perlu diantisipasi oleh banyak kawasan di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.410 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.580 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    941 respon

Total Respon: 9.931
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Teknologi

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft