BeritaSatu Logo
Updated: Thu, 04 Oct 2012 19:10:00 GMT | By BeritaSatu.com Feed kanal Dunia

Rancang Bangun Kapal Titanic II Diperkenalkan



Berita Satu

BERITASATU.COM - Pelayaran komersial pertama baru akan berjalan pada 2016 nanti.

Miliarder Australia, Clive Palmer, memperkenalkan rancangan kapal Titanic II di New York, pada Rabu (3/10) waktu setempat.

Pada April lalu Palmer mengumumkan rencana untuk membangun replika Titanic dengan dimensi sama persis seperti kapal naas pendahulunya, Titanic, yang tenggelam di perairan Atlantik Utara pada April 1912, yaitu berukuran panjang 270 meter, tinggi 53 meter, dan berat 40.000 ton.

Titanic II juga memiliki 840 kamar dan sembilan deck, serta mempertahankan keaslian pembagian kelas satu, dua dan tiga.

Palmer juga akan mengadakan "gala dinner" pada 4 Desember nanti di atas kapal induk pembawa pesawat terbang yang telah pensiun USS Intrepid. Mereka yang diundang antara lain putri bekas Presiden Amerika Serikat John F Kennedy, Caroline, saudara perempuannya Jean Kennedy Smith, dan Senator New York Ruth Hassell-Thompson bersama dengan para pemimpin bisnis terkemuka AS.

Mereka yang hadir akan dihidangi menu makan malam yang sama seperti penumpang Titanic pada hari kapal itu tenggelam.

"Ini akan menjadi kesempatan bagi komunitas bisnis Amerika Serikat dan tentu saja dunia untuk melihat kemajuan yang indah yang telah dibuat pada proyek Titanic II kami," kata Palmer.

"Sejak kami mengumumkan rencana kami pada bulan April, kami sudah memiliki sejumlah besar orang yang tertarik, terutama dari orang-orang yang ingin tahu bagaimana mereka dapat melakukan pemesanan untuk pelayaran perdana, bersama dengan sponsor komersial."

Pelayaran pertama baru akan berjalan pada 2016 nanti, dengan kapal akan berlayar dari China, tempat di mana kapal akan dibangun, ke Southampton di Inggris menjelang perjalanan penumpang perdananya ke New York.

Palmer juga mengundang James Cameron, sutradara film Titanic.

Titanic asli, yang dibangun di Belfast, Irlandia, tenggelam pada perjalanan pertama dari Southampton ke New York, menewaskan lebih dari 1.500 penumpang dan awak.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.292 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.212 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    887 respon

Total Respon: 9.391
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Teknologi

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft