Mon, 26 Nov 2012 13:26:15 GMT | By MULA-ANTARA

PM Rusia: Krisis Ekonomi UE Adalah ‘Ancaman Serius’

Moskow (AFP/ANTARA) – Perdana Menteri Dmitri Medvedev mengatakan bahwa Moskow mengamati krisis ekonomi di Uni Eropa, yang dikatakannya merepresentasikan sebuah ancaman yang serius terhadap perekonomian Rusia.


PM Rusia: Krisis Ekonomi UE Adalah ‘Ancaman Serius’

Moskow (AFP/ANTARA) – Perdana Menteri Dmitri Medvedev mengatakan bahwa Moskow mengamati krisis ekonomi di Uni Eropa, yang dikatakannya merepresentasikan sebuah ancaman yang serius terhadap perekonomian Rusia.

Dalam sebuah wawancara gabungan dengan Agence France-Presse dan Le Figaro, Medvedev, mengeluhkan bahwa para pemimpin Uni Eropa kekurangan “energi dan akan” menyelesaikan masalah-masalah mereka di tengah perdebatan mengenai apakah akan kembali menghemat atau mengalami pertumbuhan.

“Kami melihat ini sebagai sebuah ancaman yang sangat serius,” ujar Medvedev menjelang kunjungan kerjanya ke Paris yang dimulai pada Senin untuk melakukan perundingan dengan Presiden Francois Hollande. “Sebagian besar tergantung pada apa yang terjadi dalam perekonomian Uni Eropa.”



Medvedev menyatakan bahwa negara-negara Uni Eropa memperhitungkan untuk sebagian volume perdagangan Rusia, sementara Moskow memegang sekitar 41 persen mata uang asing dalam euro.

“Kami mengawasi dengan perasaan khawatir. Nampaknya partner Eropa kami kekurangan energi dan akan mengambil keputusan. Dan terdapat perdebatan yang tidak kunjung berakhir mengenai apa yang lebih baik, konsolidasi atau perkembangan fiskal,” ujar Medvedev.

“Nampaknya partner Eropa kami hampir mencapai kesepakatan namun hal yang utama adalah belum terlambat,” tambahnya.

Dia berbicara saat perundingan anggaran triliunan euro Uni Eropa yang berakhir dengan kebuntuan pada Jumat, saat para pemimpin dari 27 negara tersebut gagal untuk mengatasi perbedaan yang nampaknya tidak bisa didamaikan mengenai bagaimana untuk mengurangi anggaran tersebut.

Medvedev mengatakan bahwa Rusia mengawasi tentang apa yang digambarkannya sebagai “hubungan yang lemah” di dalam zona euro seperti Yunani dan Spanyol.

Namun dia menekankan bahwa Rusia tidak berniat untuk keluar dari euro, meskipun dia mengaku membesarkan pentingnya mata uang dalam pembicaraan dengan para pemimpin UE.

“Saya selalu mengatakan kepada kolega-kolega saya, di antaranya presiden Prancis dan kanselir Jerman, bahwa kami sangat berharap bahwa euro terus ada sebagai mata uang yang stabil.” (dh/ml)

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.250 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.110 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    876 respon

Total Respon: 9.236
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

berita teknologi

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft