Tue, 15 Jan 2013 14:36:34 GMT | By MULA-ANTARA

Petisi Meksiko Desak AS Kendalikan Senjata Serbu

Mexico City (AFP/ANTARA) - Penyair Meksiko sekaligus aktivis korban kejahatan, Javier Sicilia, menyampaikan sebuah petisi kepada kedutaan besar Amerika Serikat pada Senin,mendesak Amerika Serikat senapan serbu polisi yang lebih baik digunakan di Meksiko oleh sejumlah geng narkoba.


Petisi Meksiko Desak AS Kendalikan Senjata Serbu

Mexico City (AFP/ANTARA) - Penyair Meksiko sekaligus aktivis korban kejahatan, Javier Sicilia, menyampaikan sebuah petisi kepada kedutaan besar Amerika Serikat pada Senin,mendesak Amerika Serikat senapan serbu polisi yang lebih baik digunakan di Meksiko oleh sejumlah geng narkoba.

Pemimpin Gerakan bagi Perdamaian dengan Keadilan dan Martabat itu mengatakan bahwa petisi tersebut ditandatangani oleh lebih dari 54.000 orang guna mengecam “ketidakpedulian” pemerintah Amerika Serikat terhadap “aksi pembantaian yang membuat Meksiko menjadi berkabung.”



Petisi yang disampaikan oleh penyair, yang memimpin sebuah “kafilah perdamaian” di seluruh Amerika Serikat terhadap perang obat-obatan yang didukung Amerika Serikat tahun lalu, menyatakan perdagangan senjata ke Meksiko adalah “ilegal dan tidak bermoral.”



Permohonan itu meminta Washington untuk menegakkan sebuah larangan impor senapan serbu buatan luar negeri dan meningkatkan pelacakan senjata guna mengidentifikasi sejumlah dealer yang sengaja menjualnya kepada geng.

Dengan sitidaknya 70.000 orang tewas dalam kekerasan terkait narkoba sejak 2006, yang banyak dari kekerasan itu diakibatkan oleh senjata-senjata buatan Amerika Serikat, dokumenb tiu juga mendesak pemerintah Amerika Serikat untuk membuat toko senjata di negara yang berbatasan yang melaporkan penjualan senjata serbu itu.

Petisi itu muncul di tengah perdebatan mengenai senjata baru di Amerika Serikat di tengah aksi pembantaian sekolah Newtown, Connecticut, tempat 20 anak-anak dan enam orang dewasa tewas oleh seorang pria bersenjata.(kn/ml)

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    1.870 respon
  2. 66 %
    Tidak
    4.964 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    694 respon

Total Respon: 7.528
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

berita teknologi

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft