Sat, 28 Jul 2012 09:32:02 GMT | By MULA-ANTARA

Pemimpin Hamas dan Presiden Mesir Berunding

Gaza (AFP/ANTARA) - Hamas pada Jumat memuji pertemuan antara pemimpin Hamas di Jalur Gaza, Ismail Haniya, dan Presiden Islam Mesir Mohamed Morsi, dengan mengatakan hal tersebut merupakan “titik balik” dalam hubungan bilateral.


Pemimpin Hamas dan Presiden Mesir Berunding

Gaza (AFP/ANTARA) - Hamas pada Jumat memuji pertemuan antara pemimpin Hamas di Jalur Gaza, Ismail Haniya, dan Presiden Islam Mesir Mohamed Morsi, dengan mengatakan hal tersebut merupakan “titik balik” dalam hubungan bilateral.

“Pertemuan antara (perdana menteri Ismail Haniya) dan presiden Mesir (Mohamed Morsi) tersebut merupakan titik balik yang nyata dalam hubungan bilateral,” kata juru bicara Haniya di Gaza, Taher al-Nunu, dalam sebuah pernyataan.

Pertemuan pada Kamis di Kairo “menyentuh isu-isu strategis, dan menjadi pertanda masa depan kerja bersama,” kata Nunu.

“Perdana menteri Hamas merasa nyaman dengan hasil pertemuannya dengan Morsi,” kata Nunu.

Kunjungan Haniya ke Kairo, seminggu setelah Morsi bertemu dengan kepala Hamas Khaled Meshaal, datang di hari setelah para pejabat Palestina mengatakan bahwa Mesir telah meniadakan persyaratan visa untuk warga Gaza yang berusia di bawah 40.

Pekan lalu, Haniya telah memuji pertemuan antara Morsi dan Meshaal sebagai “buah revolusi” yang menggulingkan pendahulunya Morsi, Hosni Mubarak, awal tahun lalu. Hamas merupakan cabang dari Ikhwanul Muslimin Morsi.

Hamas, yang telah menguasai Jalur Gaza sejak 2007 setelah menaklukkan Presiden Palestina Fatah Mahmud Abbas dari sekitar wilayah Israel dan Mesir, berharap kemenangan pemilu Morsi itu akan memperkuat posisinya.

Gaza telah berada di bawah blokade oleh Israel dan Mesir sejak Hamas mengambil alih wilayah tersebut. Mubarak mencabut blokade yang tengah berada di bawah tekanan pada tahun 2010, tetapi tidak mengizinkan lalu lintas komersial melalui perbatasan Rafah seperti yang diharapkan Hamas.

Morsi bertemu Abbas dan Meshaal pekan lalu, setelah mengatakan bahwa ia tidak akan mendukung salah satu dari fraksinya sebagai upayan Mesir untuk mendamaikan mereka.(kn/ml)

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    1.814 respon
  2. 66 %
    Tidak
    4.817 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    677 respon

Total Respon: 7.308
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

berita teknologi

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft