Mon, 17 Sep 2012 11:55:53 GMT | By PlasaMSN
FOTO: Suasana Debat Calon Gubernur DKI

Jokowi-Ahok



Jokowi-Ahok (© ANTARA/M Agung Rajasa)
Next
Previous
Previous
  • Jokowi-Ahok (© ANTARA/M Agung Rajasa)
  • Foke-Nachrowi (© ANTARA/M Agung Rajasa)
  • Jokowi-Ahok (© ANTARA/M Agung Rajasa)
  • Dua pasang Cagub (© ANTARA/M Agung Rajasa)
  • Jokowi-Ahok (© ANTARA/M Agung Rajasa)
  • Foke-Nachrowi (© ANTARA/M Agung Rajasa)
  • Foke-Nachrowi (© ANTARA/Reno Esnir)
  • Jokowi (© ANTARA/Reno Esnir)
Next
ANTARA/M Agung RajasaShow Thumbnails
Previous1 of 11Next
Bagikan galeri ini

Calon Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menegaskan dalam pembenahan pemukiman di kawasan bantaran kali, akan menggunakan pendekatan pribadi kepada masyarakat, sehingga masalah tersebut bisa terselesaikan dengan baik, tanpa ada warga yang dirugikan. Jokowi menilai penyelesaian masalah melalui pendekatan pribadi kepada masyarakat merupakan kekuatannya sebagai calon pemimpin di Jakarta.

Demikian disampaikan Jokowi ketika mendapatkan pertanyaan dalam debat kandidat kepala daerah mengenai rencananya membangun kampung susun dan superblock apakah tidak takut terbentur dengan pembebasan lahan dan masalah keuangan.

"Pendekatan kepada masyarakat itu adalah spesialisasi saya. Baik pendekatan kelompok maupun individu itu merupakan kekuatan saya. Itu sudah saya lakukan saat memindahkan ribuan pedagang kaki lima di Solo ke satu tempat. Menyelesaikan masalah penggusuran maupun pembebasan lahan selalu saya lakukan dengan pendekatan pribadi kepada masyarakat," kata Jokowi, dalam acara Jakarta Memilih The Final Round: Dialog Penajaman Visi dan Misi Kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur di Metro TV, Jakarta, Minggu (19/6).

Jika menjadi Gubernur DKI Jakarta nantinya, Walikota Solo ini menyebut akan melakukan pembenahan pemukiman di sepanjang bantaran sungai Ciliwung di Bukit Duri, Jakarta Selatan. Dia menegaskan, warga yang bermukim illegal tersebut tidak perlu digusur sangat jauh. Tetapi cukup dengan membangun perkampungan susun dan deret. Yaitu dengan mengambil lahan 10 hingga 15 meter dari pinggir kali.

"Waktu saya bertemu dengan warga di sana, mereka tidak mau digusur ke lokasi yang jauh dari yang sekarang. Karena akan jauh dari lokasi tempat kerja mereka. Sebanyak 870 KK disana maunya direlokasi dekat dari kawasan itu. Dan mereka setuju jika disediakan pemukiman yang dekat," katanya.

Jadi setelah digeser, bukan digusur, kata Jokowi, Pemprov akan membuatkan hunian dengan nama Kampung Deret atau Susun. Terkait dengan kepemilikan tanah disana, Jokowi mengatakan lahan tersebut milik Pemprov DKI, sehingga tidak akan ada masalah dalam pembebasan lahannya.

"Saya ingin tahu kesulitannya menyelesaikan masalah itu, ternyata tidak ada kesulitannya. Masalahnya hanya komunikasi dengan warga saja, melakukan pendekatan individu. Ini sudah berpuluh-puluh tahun tidak diselesaikan," katanya.

Pembangunan Kampung Deret atau Susun di sepanjang bantaran Sungai Ciliwung hanya membutuhkan anggaran sebesar Rp24 miliar. Alokasi dana itu sangat kecil dibandingkan jumlah APBD DKI selama 5 tahun sekitar Rp180 triliun.

"Kalau hanya dipakai Rp24 miliar, itu kecil sekali. Namun manfaatnya besar untuk 870 KK. Jangan sampai pembangunan kampung ini digeser dengan investasi untuk Pemda," kata Jokowi.

0Komentar

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    19 %
    Setuju
    268 respon
  2. 78 %
    Tidak setuju
    1.069 respon
  3.  
    3 %
    Tidak tahu
    42 respon

Total Respon: 1.379
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft