Republika Online
Updated: Sat, 27 Apr 2013 22:20:55 GMT

Pengamat: Kebijakan Dua Harga BBM Rentan Penyimpangan



Pengamat: Kebijakan Dua Harga BBM Rentan Penyimpangan

Pengamat: Kebijakan Dua Harga BBM Rentan Penyimpangan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar perminyakan, Maizar Rahman menilai, jika kebijakan kenaikan BBM bersubsidi diimplementasikan dengan sistem dua harga, akan rentan terjadi penyimpangan.

"Apalagi kalau dilakukan dalam waktu dekat," kata Maizar saat dihubungi ROL, Sabtu (27/4).

Menurut Maizar, kenaikan harga BBM harus disertai dengan sistem pengendalian kuat. Apalagi, jika diberlakukan dua harga BBM. Sebab, menurut Maizar, pelaksanaannya di lapangan akan menemui kendala teknis yang cukup sulit.

Pemerintah, dikatakan Maizar, harus memastikan kesiapan infrastruktur, seperti SPBU. Jika sistem dua harga akan diimplementasikan, menurut Maizar harus dipasang sistem pada setiap SPBU, agar tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan yang tidak diinginkan.

Masalahnya, Indonesia memiliki lebih dari 4.000 unit SPBU. Artinya, terang Maizar, untuk memasang sistem agar sistem dua harga bisa dijalankan dengan baik membutuhkan waktu yang tidak singkat.

Selain itu, pemerintah juga harus memetakan kendaraan-kendaraan yang tidak menjadi prioritas pengguna BBM dengan harga yang telah dinaikkan, seperti kendaraan umum. Pemetaan itu juga harus memerhatikan titik-titik di setiap daerah. "Kalau harga ganda diberlakukan bulan depan, ya ga akan berhasil. Malah akan banyak terjadi penyimpangan," ungkap Maizar.

Maizar mencontohkan, bentuk penyimpangan yang mungkin terjadi, misalnya pencurian dan penimbunan BBM, atau pemakaian BBM dengan harga yang tidak dinaikkan golongan menengah terjadi. Jika hal itu terjadi, maka tujuan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi dinilai Maizar tidak ada gunanya.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    1.976 respon
  2. 66 %
    Tidak
    5.286 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    742 respon

Total Respon: 8.004
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft