Republika Online
Updated: Fri, 03 May 2013 14:08:51 GMT

Nasabah Non-Muslim PermataBank Syariah Capai 170 Ribu Orang



Nasabah Non-Muslim PermataBank Syariah Capai 170 Ribu Orang

Nasabah Non-Muslim PermataBank Syariah Capai 170 Ribu Orang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nasabah non-Muslim PermataBank Syariah mencapai 170 ribu orang atau 38 persen dari total nasabah yang ada. Berbagai keunggulan di PermataBank Syariah sukses menarik minat nasabah non-Muslim untuk mempercayakan keuangannya.

Head PermataBank Syariah, Achmad Kusna Permana mengatakan keunggulan tersebut antara lain keuntungan menggiurkan dari bagi hasil. "Bagi hasil lebih bagus dibanding deposito, berbeda 1 persen," ucap Permana, saat jumpa pers di Plaza Indonesia, Jakarta, Jumat (3/5).

Produk yang paling diminati nasabah non Muslim di PermataBank Syariah adalah tabungan. "Bagi hasil tabungan di PermataBank Syariah tertinggi, yakni 5 persen," ujarnya.

Sistem teknologi dan informasi (TI) yang tak kalah canggih dari bank konvensional turut membuat bank syariah makin dilirik nasabah non-Muslim. "Layanan dan produk kami juga tidak kalah dengan bank konvensional, ada nilai unik di sana," katanya.

PermataBank Syariah memanfaatkan konsep office channeling dalam memasarkan produknya. Saat ini bank induk, PermataBank memiliki 300 cabang yang terdiri dari 13 cabang syariah dan 287 cabang konvensional. Ada juga 15 cabang bergerak (mobile branch). "Penjualan kami lakukan total di semua cabang," ujar Permana. Dalam satu bulan, PermataBank Syariah dapat menjaring 3.500 hingga 4.000 nasabah perbulan.

Dalam kesempatan ituu, Permana mengatakan Bank Indonesia (BI) memproyeksikan total aset perbankan syariah akan mencapai Rp 269 triliun (skenario moderat) di 2013. Market share mencapai 5 persen diperkirakan tercapai antara April hingga Mei. PermataBank Syariah memandang potensi perbankan syariah masih terbuka lebar.

Permana menyebut bank terus mengoptimalisasi office channeling dan mensinergikan infrastruktur serta sumber daya manusia yang ada. Prinsip kehati-hatian akan senantiasa dikedepankan agar setiap risiko dapat dikelola dengan baik. "Kenyamanan keleluasaan dalam bertransaksi turut memberikan nilai tambah bagi nasabah," ujarnya.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.387 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.489 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    928 respon

Total Respon: 9.804
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft