Republika Online
Updated: Mon, 17 Jun 2013 09:51:28 GMT

Nantikan Hasil Paripurna DPR, Menkeu Harapkan Posisi



Nantikan Hasil Paripurna DPR, Menkeu Harapkan Posisi

Nantikan Hasil Paripurna DPR, Menkeu Harapkan Posisi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rapat Paripurna DPR, Senin (17/6), mengagendakan pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBNP) 2013. Menteri Keuangan Chatib Basri meminta seluruh pihak bersabar terkait hasil rapat tersebut.

"Nanti kita lihat saja, tunggu saja," ujar Chatib kepada wartawan saat ditemui seusai pelantikan pejabat eselon II Kementerian Keuangan di Lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Ditjen Kekayaan Negara dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) di kantor Kemenkeu, Senin (17/6).

Terkait harapannya, Chatib mengaku saat ini tidak memiliki harapan melainkan posisi. Posisi yang dimaksud Chatib adalah alokasi subsidi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang tidak tepat sasaran harus diubah kepada yang miskin. "Itu saja," kata Chatib.

Sebagai gambaran, anggaran kompensasi kenaikan harga BBM telah disepakati pemerintah dan banggar. Selain perluasan beras untuk masyarakat miskin (raskin), program keluarga harapan (PKH) dan bantuan siswa miskin, terdapat bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) yang telah disepakati.

"Kalau kenaikan BBM, enam fraksi sepakat jadi mestinya sih kalau lihat dari keputusan Banggar, Insya Allah sesuai harapan," ujar Chatib.

Meskipun demikian, sekali lagi Chatib meminta agar seluruh pihak menunggu hasil sidang paripurna. "Saya tidak mau mendahului," katanya.

0Komentar

poling berita

Yakinkah Anda, politik uang pada Pilpres 2014 kali ini makin marak?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1. 76 %
    Yakin
    4.555 respon
  2.  
    18 %
    Tidak yakin
    1.056 respon
  3.  
    6 %
    Tidak tahu
    391 respon

Total Respon: 6.002
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft