Republika Online
Updated: Sat, 23 Mar 2013 15:46:12 GMT

Kenaikan Harga Cabai Pengaruhi Laju Inflasi



Kenaikan Harga Cabai Pengaruhi Laju Inflasi

Kenaikan Harga Cabai Pengaruhi Laju Inflasi

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Anggota Tim Pemantau Inflasi Daerah (TPID), Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Djoko Raharto mengatakan pihaknya tidak akan melakukan pemantauan terhadap kenaikan harga cabai ini.

Sebab fenomena tersebut terjadi secara merata di seluruh daerah, termasuk Jakarta. "Ini fenomena nasional bukan hanya DIY saja," katanya di Yogyakarta, Sabtu (23/3).

Peneliti senior Bank Indonesia Yogyakarta itu mengakui kenaikan harga cabai dipastikan berpengaruh pada laju inflasi di DIY pada Maret 2013 ini. Namun pengaruhnya tidak signifikan.

Tingkat konsumsi masyarakat DIY terhadap cabai sangat kecil. Sehingga gejolak harga komoditas tersebut tidak akan berpengaruh besar pada inflasi DIY.

"Berbeda dengan gejolak harga beras, telur, daging sapi, daging ayam dan nangka sebagai bahan baku gudeg. Pengaruhnya justru sangat besar," ujarnya.

Melambungnya harga cabai beberapa pekan terakhir, tak mempengaruhi masyarakat Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Sebab sejak dua tahun terakhir Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul mewajibkan setiap keluarga di wilayah itu menanam minimal tiga tanaman cabai di rumahnya.

"Ini kita lakukan sejak harga cabai terus naik saat pergantian musim seperti sekarang ini. Kondisi ini terjadi sejak 2010 lalu," terang Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bantul, Edy Suharyanta, Sabtu (23/3).

0Komentar

poling berita

Yakinkah Anda, politik uang pada Pilpres 2014 kali ini makin marak?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1. 76 %
    Yakin
    4.749 respon
  2.  
    18 %
    Tidak yakin
    1.110 respon
  3.  
    6 %
    Tidak tahu
    408 respon

Total Respon: 6.267
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft