Republika Online
Updated: Thu, 25 Apr 2013 15:37:15 GMT

Ini Penyebab Kuota BBM Subsidi Selalu Jebol Setiap Tahun



Ini Penyebab Kuota BBM Subsidi Selalu Jebol Setiap Tahun

Ini Penyebab Kuota BBM Subsidi Selalu Jebol Setiap Tahun

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hampir setiap tahun pemerintah dipusingkan oleh urusan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang selalu melebihi angka yang sudah ditetapkan dalam pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Mengapa masalah kelebihan kuota ini selalu terjadi?

Meningkatnya konsumsi BBM untuk sektor transportasi menjadi penyebab semua ini terjadi. Konsumsi BBM untuk transportasi misalnya naik menjadi 45,1 juta kiloliter (KL) di 2012 dari tahun 2011 sebesar 41,2 juta KL.

Pemakaian BBM di sektor transportasi ini jauh lebih tinggi dari konsumsi BBM ke sektor listrik, industri dan rumah tangga. Pemakaian BBM untuk listrik misalnya justru turun menjadi 7,5 juta KL di tahun 2012 dari tahun 2011 yang sebesar 10,4 juta KL.

Peningkatan konsumsi ini terjadi seiring kenaikan penjualan kendaraan. Di 2012 misalnya, penjualan mobil mencapai 1,116 juta kendaraan, atau naik dari tahun sebelumnya 894 ribu kendaraan.

Pengamat energi dari Universitas Indonesia Iwa Garniwa mengatakan perencanaan pemerintah yang tak matang soal BBM bersubsidi terus berulang. "Ini kebodohan sendiri yang terus diulangi," ujarnya di Jakarta, Kamis (25/4).

Lonjakan konsumsi berujung pada meningkatnya belanja subsidi BBM. Pada APBN-P 2012, realisasi belanja subsidi mencapai Rp 211,9 triliun. Jumlah tersebut melebihi pagu belanja subsidi Rp 137,4 triliun.

Pada APBN 2013, pagu belanja subsidi ditetapkan Rp 193,8 triliun. Sampai kuartal pertama 2013, realisasinya baru menyentuh 1,8 persen atau Rp 3,5 triliun.

1Komentar
25 Apr, 2013 16:15
avatar
pemerintah takut naikin BBM lebih karena pemikiran politik daripada menyelamatkan ekonomi. orang-orang yg bayar pajak di negri ini tidak mendapatkan apa yg seharusnya menjadi hak mereka dan orang-orang yg engga bayar pajak bebas minikmati fasilitas-fasilitas yang seharusnya di arahkan kepada yg bayar pajak. gimana orang makin males utk bayar pajak? mau bayar di kemplang, udah bayar hanya disuruh gigit jari aja.
Laporkan
Bantu kami untuk menjaga lingkungan yang stabil dan sehat dengan melaporkan segala jenis kegiatan ilegal dan tidak sesuai. Jika Anda merasa ada pesan yang melanggarAturan dasarharap isi formulir ini untuk memberitahu moderator. Moderator akan memeriksa laporan Anda dan mengambil tindakan yang dianggap perlu. Jika diperlukan, segala tindakan ilegal akan dilaporkan kepada pihak berwajib.
Kategori
Batas karakter 100
Anda yakin hendak menghapus komentar ini?

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    1.775 respon
  2. 66 %
    Tidak
    4.706 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    664 respon

Total Respon: 7.145
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft