
Disperindag Jabar Imbau Perajin Tahu dan Tempe Tetap Berproduksi
REPUBLIKA.CO.ID,SUKABUMI—Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menghimbau kalangan perajin tahu dan tempe untuk tidak menggelar aksi mogok produksi. Pasalnya, aksi mogok akan mengurangi jumlah peredaran komoditas itu di pasaran.
Kepala Disperindag Jabar, Ferry Sofwan Arif mengatakan, penghentian produksi akan menyebabkan kelangkaan tahu dan tempe. ‘’Jika tersedia pun, harganya nanti akan mahal,’’ terang dia, kepada wartawan di sela-sela inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Rabu (25/7) siang.
Menurut Ferry, Pemrpov Jabar kini tengah mencari jalan keluar untuk mengatasi naiknya harga kedelai. Salah satunya dengan membuka informasi pembelian kedelai langsung dari sentra kedelai di Majalengka dan Garut.
Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan, dan Pasar (Diskoperingdagsar) Kabupaten Sukabumi, Agus Ernawan mengakui, pemerintah sudah mengetahui adanya rencana mogok produksi pengusaha tahu tempe awal Agustus nanti. Kini, pemerintah berupaya membujuk agar rencana tersebut tidak jadi dilakukan.
galeri foto terbaru
plasamsn hari ini
- Presiden Tunjuk Chatib Basri Jadi Menkeu
- Momen-momen Terbaik Musim Ini
- Perjalanan Xbox 2001-2013
- Selebriti yang Menerbitkan Buku Masak
- Sesi Foto ‘Great Gatsby’
- Supermodel yang Menjadi Ibu
- Negoisasi Politik dalam Segelas Bir
- Terrafugia TF-X, Mobil yang Bisa Terbang
- Manipulasi Foto Sejak Dulu Kala
- Kembang Kol dan Kentang, Sayuran Sehat Terlupakan
- Eksklusif: Sehari di Korea Utara
- Pengungsi Palestina Yang Terlupakan
- Berlomba Membangun Menara Manusia
- Pedrosa Akhirnya Taklukkan Le Mans
- 10 Hal yang Tidak Kamu Ketahui tentang Pokemon
poling berita
Yakinkah Anda, artis-artis yang menjadi calon anggota legislatif mampu memperbaiki citra DPR?
- Lihat
- Bagikan
Berita Internasional















