okezone.com (© Copyright (c) okezone.com 2013, All Rights Reserved)
Updated: Sun, 02 Jun 2013 02:26:22 GMT | By wagustian, okezone.com

Bumi Bakal "Tuntut" Rosan Roeslani



Bumi Bakal "Tuntut" Rosan Roeslani

LONDON - Bumi Plc, perusahaan tambang batu bara yang penuh "skandal", sedang bersiap mengambil tindakan hukum terhadap mantan direkturnya Rosan Roeslani, setelah menemukan adanya penyelewengan senilai USD201 juta dalam perusahaan.

Bumi mencatat telah menemukan pengeluaran sebesar USD52 juta pada 2012 dan pengeluaran sebesar USD49 juta pada 2011 di milik anak perusahaan Berau Coal yang harga sahamnya sebesar 85 sen pounsterling untuk kegiatan yang tidak jelas.

"Kami mencari di semua area dan semua individu. Saya punya fokus satu-satunya untuk menyelesaikan semua kekacauan ini," ungkap Kepala Eksekutif Bumi Nick von Schirnding, seperti dilansir Telegraph, Minggu (2/6/2013).

Diketahui, Rosan merupakan Chief Executive Berau setelah diakuisisi oleh Bumi pada Maret 2011. Namun dia mengundurkan diri dari jajaran dewan direksi Bumi pada Desember 2012 lalu setelah pengambilalihan rapat pemegang saham dari keluarga Bakrie. Rapat tersebut diadakan setelah diselidiki adanya dugaan pencurian sekira USD1 miliar dari perseroan.

Schirnding pun menceritakan jika Rosan memiliki kekuasaan penuh dalam penandatanganan aktivitas keuangan perseroan bersama mantan direktur keuangan Berau, John Ramos.

"Roeslani mengundurkan diri dari Berau. Ramos dihapus bersama dengan setengah lusin karyawan di tingkat manajerial. Kami telah menghapus semua orang-orang penting yang berkelakuan buruk dan menempatkan orang-orang kita untuk terus maju," tutur Von Schirnding.

Lanjutnya, Rosan pun mengawasi lebih dari 130 kontrak di Berau yang menunjukkan berbagai pembayaran dalam manajemen sebelumnya yang terkait dengan kompensasi lahan, pembangunan jalan, dan biaya konsultan yang tidak diverifikasi dan telah dihapuskan.

Laporan tahunan Bumi Plc mengungkapkan bahwa Rosan menerima lebih dari USD3,8 juta pada 2011 dan "menikmati" bunga sebanyak USD550 ribu, serta mengambil lebih dari USD3 juta dari uang perusahaan untuk penggunaan jet pribadinya.

Banyaknya permasalahan di Berau pun tak ayal membuat Rothschild berang. Rothschild menuduh Rosan menggunakan perusahaannya sebagai celengan untuknya dan menilai Direktur Bumi Samin Tan tidak becus dalam melakukan pengawasan langsung atas Berau dan Bumi Resources.

Rothschild pun mengatakan jika dua direksi noneksekutif yang mengepalai komite audit yakni Lord Renwick dan Graham Hearne tidak akan dipilih kembali pada pertemuan tahunan pada 26 Juni 2013.

Sekadar informasi, tuduhan Rothschild terhadap Tan karena Bumi mengalami penurunan pendapatan sebesar USD815 juta dan sebesar USD1,39 miliar dalam investasi di Bumi Resources. (wan)

0Komentar

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    17 %
    Setuju
    1.299 respon
  2. 79 %
    Tidak setuju
    5.833 respon
  3.  
    4 %
    Tidak tahu
    310 respon

Total Respon: 7.442
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft