okezone.com (© Copyright (c) okezone.com 2012, All Rights Reserved)
Updated: Thu, 23 Feb 2012 14:57:11 GMT | By ade.lestarini, okezone.com

Wah, Kebutuhan Gula Lokal Minim

Keputusan pemerintah dalam melakukan impor gula bisa dimaklumi. Pasalnya, kebijakan impor ini...


Wah, Kebutuhan Gula Lokal Minim

KARANGANYAR - Keputusan pemerintah dalam melakukan impor gula bisa dimaklumi. Pasalnya, kebijakan impor ini terpaksa dilakukan demi menutupi besarnya kebutuhan gula konsumsi yang sampai saat ini tidak mampu dipenuhi oleh produksi lokal.

"Impor gula selama ini memang masih menjadi masalah. Dengan segala keterbatasan yang ada, pemerintah juga masih akan mengimpor gula sampai Mei tahun ini," jelas Wakil Ketua Komisi VI DPR Aria Bima, di sela kunjungan kerja Komisi VI DPR RI ke PG Tasikmadu, Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (23/2/2012).

Menurut Aria, target kebutuhan gula konsumsi di Tanah Air sampai saat ini sebesar 5,7 juta ton per tahunnya. Sedangkan, produksi lokal sejauh ini masih belum mampu memenuhi besaran target kebutuhan itu.

Diakuinya, dibandingkan harga gula lokal, harga gula impor jauh lebih mahal. Kondisi tersebut dipicu faktor alam di negeri pengimpor maupun efek dari krisis minyak dunia yang terjadi belakangan ini.

Di sisi lain, kebijakan impor gula pun selama ini kerap mengacaukan proses produksi dari gula lokal. Di mana kerap terjadi waktu pendistribusian gula impor berbarengan dengan masa panen dari gula lokal.

Selain itu, program persiapan ini juga diharapkan dapat merangsang minat para petani gula di setiap wilayah kerja pabrik gula milik PTP IX untuk terus meningkatkan jumlah produksinya. Perlahan namun pasti, cara ini diyakini mampu mendongkrak harga gula lokal yang selama ini masih sering terkacaukan oleh harga gula impor.

"Sebenarnya jadwalnya sudah diatur, tetapi karena satu dua hal, panen gula lokal terkadang terlambat dan akhirnya berbarengan dengan masa distribusi gula impor," ujarnya.

Dalam swasembada gula juga telah disepakati bila kebijakannya nanti harus berbasis on farm. Di mana ketersediaan pasokan bahan baku tebu tetap menjadi prioritasnya. Melalui swasembada on farm, pemerintah berencana menambah lahan pertanian mililk Perhutani dan Inhutani sekira 300 ribu hektare (ha) di Lampung, NTB, Sulawesi dan Jawa.

Pengalokasian untuk revitalisasi itu, telah dilakukan sejak 2011 kemarin dengan nominal anggaran sebesar Rp250 miliar dan Rp300 miliar di tahun ini. Dana alokasi sebesar itu digunakan untuk menambah alat produksi serta memaksimalkan kapasitas tekhnis dan produksi dari 51 pabrik gula milik PTP IX.

"Salah satu upaya yang kami lakukan untuk mempersiapkan swasembada gula pada 2014 mendatang adalah dengan mengalokasikan anggaran dana untuk revitalisasi sebanyak 51 pabrik gula milik PTP IX," pungkasnya.

0Komentar

poling berita

Yakinkah Anda, politik uang pada Pilpres 2014 kali ini makin marak?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1. 75 %
    Yakin
    4.913 respon
  2.  
    18 %
    Tidak yakin
    1.175 respon
  3.  
    7 %
    Tidak tahu
    432 respon

Total Respon: 6.520
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft