okezone.com (© Copyright (c) okezone.com 2012, All Rights Reserved)
Updated: Fri, 06 Jan 2012 17:57:34 GMT | By rani, okezone.com

Masalah Kartu Kredit Dominasi Sengketa Perbankan di 2011

BI mencatat selama 2011 kasus sengketa bank dengan nasabah di bidang sistem pembayaran, paling...


Masalah Kartu Kredit Dominasi Sengketa Perbankan di 2011

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat selama 2011 kasus sengketa antara bank dengan nasabah di bidang sistem pembayaran, paling banyak didominasi oleh sengketa kartu kredit.

Hal ini sesuai dengan kondisi saat ini, di mana banyak kartu kredit yang hilang dan digunakan orang lain yang tidak berhak.

Ketua Tim Mediasi Perbankan BI Sondang Martha Samosir mengatakan, data penyelesaian sengketa bank dengan nasabah pada 2011 telah meningkat 83 persen dibandingkan 2010 lalu.

"Total permohonan penyelesaian sengketa yang diterima pada 2010 sebanyak 278 sengketa menjadi 510 kasus. Paling banyak di penyaluran dana 246 kasus dan sistem pembayaran 204 kasus," ujar dia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (6/1/2012).

Menurut Sondang, di bidang penyaluran dana, permohonan penyelesaian sengketa didominasi dengan permohonan restrukturisasi kredit baik kredit konsumsi maupun kredit modal kerja.

"Peningkatan permohonan meningkatnya informasi mengenai keberadaan mediasi perbankan yang difasilitasi BI, dikarenakan tingginya ekspektasi masyarakat terhadap eksistensi BI terkait perlindungan nasabah. Di sisi lain, juga kekurangpahaman nasabah mengenai karakteristik sengketa yang dapat dimediasi," lanjutnya.

Bank Sentral mencatatkan data lengkap permohonan sengketa nasabah dengan bank untuk penyaluran dana sejumlah 246 kasus, sistem pembayaran 206 kasus, penghimpunan dana 47 kasus, produk kerja sama empat kasus, produk lainnya empat kasus, dan di luar permasalahan produk perbanakan tiga kasus.

Sebagai informasi, masyarakat dapat mengupayakan sengketanya dengan bank melalui mediasi perbankan, dengan syarat, sengketa merupakan sengketa keperdataan, antara nasabah dengan bank dengan nilai tuntutan finansial paling banyak Rp500 juta, tidak sedang dalam proses atau telah mendapatkan keputusan dari lembaga arbitrase, peradilan, atau lembaga mediasi lainnya.

Selain itu, sengketa juga pernah diupayakan penyelesaiannya oleh bank (melalui mekanisme pengaduan nasabah), dan belum pernah diproses dalam mediasi perbankan yang difasilitasi oleh BI. (mrt)

0Komentar

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    19 %
    Setuju
    637 respon
  2. 77 %
    Tidak setuju
    2.635 respon
  3.  
    4 %
    Tidak tahu
    138 respon

Total Respon: 3.410
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft