okezone.com (© Copyright (c) okezone.com 2011, All Rights Reserved)
Updated: Sat, 31 Dec 2011 18:31:59 GMT | By rani, okezone.com

"Perketat Pengawasan Pupuk Bersubsidi!"

Guna menghindari penyelewengan, pendistribusian pupuk tersebut harus dilakukan secara tertutup dan...


"Perketat Pengawasan Pupuk Bersubsidi!"

JAKARTA - Guna menghindari penyelewengan, pendistribusian pupuk tersebut harus dilakukan secara tertutup dan dilakukan pengawasan yang cukup ketat.

"Sebagai barang dalam pengawasan negara tentunya harus didistribusikan secara tertutup dengan data demand site yang tepat sehingga dapat menjadi dasar supply site yang tepat pula," ungkap Wakil Ketua Komisi IV DPR dari Fraksi Demokrat Herman Khaeron, Jakarta, Sabtu (31/12/2011).

Lanjutnya, demand site didasarkan pada Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang semestinya tepat, by name by address and under control.

"Kalau RDKK-nya tidak kredibel dan valid pasti pelaksanaanya syarat dengan pelanggaran, dan karena disparitas harga yang tinggi pasti akhirnya menjadi penyelewengan,"paparnya.

Selain itu, anggaran untuk pengawasan sangat kecil, hanya Rp2 miliar untuk 33 provinsi, belum lagi sistem distribusi yang sepenuhnya menjadi otoritas distributor/agen/pengecer dan dinas pertanian kabupaten/kota.

"Ini yang tentunya sedang diurai oleh panja pupuk, dan solusi tahap awal adalah dengan memberikan warna pada pupuk urea dengan warna pink," kata Herman.

Herman melanjutkan Selain itu panja akan mengevaluasi data demand site (RDKK), sistem distribusi pada lini III dan IV, sistem pengawasan, dan mekanisme subsidi, sehingga permaslahan kelangkaan pupuk bagi petani seiring dengan terjadinya penyelewengan dan perembesan/penyelundupan pupuk bersubsidi dapat terpecahkan.

Seperti diketahui, telah ditemukan rembesan pupuk bersubsidi 70 ton di perjalanan dan kemudian ditemukan lagi di gudangnya sebanyak 700 ton urea yang sudah ganti karung.

Melihat hal tersebut pihak pemerintah prihatin dan agar ditindak secara tegas sesuaihukum yang berlaku.

Untuk itu Panja Pupuk dibentuk didasarkan pada hipotesis bahwa volume pupuk bersubsidi yang berjumlah sembilan juta ton, di mana lima juta ton diantaranya urea.

Dari lima juta ton urea daya serapnya disekitar 4,2 juta ton, namun demikian pupuk selalu langka ditingkat pasaran dan kalaupun tersedia ditemukan fakta bahwa masyarakat membeli dengan harga pasar, karena prinsip petani pada akhirnya yang penting bisa memupuk.

Secara nominal subsidi pupuk 2011 sekira Rp17 triliun, dan subsidi ini bertujuan untuk memberikan insentif produksi pada petani yang berhak menerimanya melalui pengurangan harga dari harga pasar saat ini sekira Rap4.500- Rp5 ribu ke harga subsidi Rp1.600.

"Hal ini dilakukan semata-mata agar petani bisa mendapatkan nilai tambah dan kompetitif,"pungkasnya. (git)

0Komentar

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    17 %
    Setuju
    1.389 respon
  2. 79 %
    Tidak setuju
    6.294 respon
  3.  
    4 %
    Tidak tahu
    328 respon

Total Respon: 8.011
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft