okezone.com (© Copyright (c) okezone.com 2011, All Rights Reserved)
Updated: Thu, 15 Dec 2011 17:45:49 GMT | By rani, okezone.com

Hama Merajalela, Impor Produk Hortikultura Diperketat

Kementerian Pertanian (Kementan) memperketat impor produk hortikultura dengan menetapkan empat...


Hama Merajalela, Impor Produk Hortikultura Diperketat

JAKARTA _ Kementerian Pertanian (Kementan) memperketat impor produk hortikultura dengan menetapkan empat pelabuhan sebagai pintu masuk komoditas tersebut.

Upaya itu dilakukan untuk meminimalkan resiko masuknya organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) eksotik alias hama yang kian meningkat seiring naiknya pemasukan berbagai media pembawa, baik berupa produk maupun benih tanaman khususnya hortikultura.

Menurut Menteri Pertanian (Mentan) Suswono, OPTK tersebut memiliki daya rusak yang tinggi terhadap komoditas strategis pertanian kita.

"Dengan pertimbangan tersebut telah dilakukan review terhadap beberapa tempat pemasukan produk pertanian yang salah satunya ditengarai karena tingginya arus lalu lintas dan atau kekurangan SDM," katanya di Jakarta.

Menurut dia, tempat impor buah dan sayuran segar yang semula delapan tempat menjadi empat tempat. Keempat tempat tersebut adalah Pelabuhan Belawan (Sumatera Utara), Bandara Soekarno Hatta (Jakarta), Pelabuhan Makassar (Sulawesi Selatan) dan Pelabuhan Tanjung Perak (Surabaya).

Ketentuan ini diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No 89/2011 tentang Perubahan atas Permentan No 37/2006 tentang Persyaratan Teknis dan Tindakan Karantina Tumbuhan untuk Pemasukan Buah-buahan dan atau Sayuran Segar ke dalam Wilayah Negara Republik Indonesia.

Di sisi lain, tempat pemasukan hasil tumbuhan hidup berupa sayuran umbi lapis segar yang semula 14 tempat pemasukan menjadi empat tempat pemasukan.

Hal itu sebagaimana diatur dalam Permentan No 90/2011 tentang Perubahan Atas Permentan No 18/2008 tentang Persyaratan Karantina Tumbuhan untuk Pemasukan Tumbuhan Hidup Berupa Sayuran Umbi Lapis Segar ke dalam Wilayah Negara Republik Indonesia .

Dengan peraturan baru tersebut,maka tempat pemasukan buah-buahan dan sayuran segar serta umbi lapis yang hidup hanya dapat dilakukan melalui empat tempat tadi.

Sedangkan Pelabuhan Tanjung Priok (Jakarta) yang semula juga merupakan tempat pemasukan, dinilai telah melebihi kapasitas (overload) sehingga sering terjadi lepas kontrol dari prosedur pemasukan yang telah ditetapkan.

Selain mempersempit pintu pemasukan produk hortikultura dari luar, Kementan juga meningkatkan pengawasan keamanan pangan terhadap pemasukan dan pengeluaran pangan segar asal tumbuhan (PSAT).

Kebijakan tersebut ditetapkan melalui Permentan No 88/2011 tentang Pengawasan Keamanan Pangan terhadap Pemasukan dan Pengeluaran Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) yang merupakan pengganti Permentan No 27 juncto 38/2009.

Di tempat yang sama, Kepala Badan Karantina Pertanian Kementan Banun Harpini menyatakan, pihaknya juga akan menerapkan analisa resiko impor (Imported Risk Analizis/IRA) terhadap komoditas pertanian dari luar yang masuk.

"Ketentuan ini akan diberlakukan terhadap semua produk yang masuk meskipun sudah memiliki izin impor," katanya.

Di negara-negara lain ketentuan pemeriksanaan IRA tersebut juga diterapkan apalagi hal itu diperbolehkan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). (git)

0Komentar

poling berita

Yakinkah Anda, politik uang pada Pilpres 2014 kali ini makin marak?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1. 75 %
    Yakin
    5.286 respon
  2.  
    18 %
    Tidak yakin
    1.280 respon
  3.  
    7 %
    Tidak tahu
    466 respon

Total Respon: 7.032
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft