okezone.com (© Copyright (c) okezone.com 2013, All Rights Reserved)
Updated: Mon, 18 Mar 2013 12:42:56 GMT | By gina.maftuhah, okezone.com

Apindo: Banyak Pengusaha Gantikan Pegawai dengan Mesin



Apindo: Banyak Pengusaha Gantikan Pegawai dengan Mesin

JAKARTA - Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi menyebut, sampai saat ini, belum ada titik terang mengenai Upah Minimum Pegawai (UMP).

"Yang ada sekarang pengusaha makin hari mengurangi pegawai dengan mesin," kata Sofjan seusai acara Indonesia Economic Quarterly Paramadina di Gedung Energy Tower, Jakarta, Senin (18/3/2013).

Terkait dengan pengurangan pegawai, Sofjan menambahkan, hal tersebut sangat merugikan. Hal ini menyebabkan angka pengangguran meningkat. Selain itu, Sofjan mengungkapkan bahwa hampir 90 perusahaan padat karya akan pindah lokasi ke Jawa Tengah.

"Karena di Jawa Tengah UMP-nya lebih murah dibanding di sini yang 2,2 juta lalu karena biaya logistik yang mahal juga," tambah dia.

Lebih lanjut lagi, Sofjan menegaskan, bahwa selama ini pemerintah terlalu proteksi terhadap penerimaan buruh baru dan menilai lebih praktis menggunakan mesin.

"Jadi kalau menambah buruh lagi perlu keterampilan yang baik dan yang pasti nilai upahnya sangat tinggi sekali. Itu yang membuat tidak mau menambah buruh baru dan lebih memilih menggantinya dengan mesin," tutupnya.

Sebelumnya, Sofjan mengatakan bahwa Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa dan Menteri Perindustrian MS Hidayat harus mendorong Gubernur mempercepat izin penangguhan upah minimum pegawai (UMP).

"Menko maupun menperin harus mendorong agar gubernur mempercepat izin penangguhan supaya jangan ada PHK di dalam perusahaan-perusahaan padat karya," kata Sofjan.

Saat ini, Sofjan menyadari, belum ada izin penangguhan terkait dengan hampir sepertiga perusahaan yang mengajukan penangguhan UMP yang diajukan ke Gubernur ke Jawa Barat. Pasalnya, Jawa Barat masih dalam proses Pilkada. Namun, Sofjan menyebut bahwa menakertrans berjanji ingin mengabulkan 80 persen penangguhan.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.287 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.196 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    885 respon

Total Respon: 9.368
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft