Merdeka Uang News Feed
Updated: Sat, 25 May 2013 19:05:00 GMT | By Merdeka Uang News Feed

Perusahaan Bakrie kembali catatkan kerugian hingga Rp 1 miliar



Merdeka


MERDEKA.COM, Emiten perkebunan milik Group Bakrie, PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) mencatatkan kerugian sepanjang tahun lalu. Tercatat, dalam laporan keuangan 2012, perseroan merugi bersih sebesar Rp 1.068 miliar. Kerugian tersebut lantaran beban-beban yang sifatnya non-cash.


Meski mengalami kerugian, perseroan ini juga sempat meraup keuntungan operasional (operating profit) sebesar Rp 361 miliar. Salah satu biang kerok penurunan kinerja itu disinyalir gangguan logistik ketika cuaca buruk akhir tahun lalu.


"Tahun 2012 kinerja perusahaan kami memang mengalami penurunan lantaran adanya gangguan logistik di sejumlah pelabuhan pada kuartal empat tahun lalu," ujar Direktur Utama UNSP Aria Wisena dalam keterangan tulis yang diterima merdeka.com, Jakarta, Sabtu (25/5).


Dia menilai, 2012 bukan merupakan tahun yang ringan bagi industri perkebunan sawit dan karet sehingga mengharuskan perseroan harus menggenjot produktivitas dan profitabilitas. "Kendati demikian, kami tetap optimis bahwa harga komoditas tersebut akan membaik di masa mendatang," ungkap dia.


Di sisi lain, perseroan juga membukukan penurunan penjualan netto sebesar Rp 2.485 miliar dibanding tahun 2011 sebesar Rp 3.646 miliar. Sehingga menyebabkan beban pokok penjualan turun menjadi Rp 1.737 miliar dibanding tahun 2011 sebesar Rp 2.214 miliar.


"Untuk mempertahankan kinerja perseroan, kami menekan biaya operasional dari Rp 535 miliar menjadi Rp 388 miliar," tutupnya.


Kinerja perusahaan beserta anak usaha yang dikelola Grup Bakrie sepanjang 2012 memang suram. Beberapa di antaranya adalah PT Bumi Mineral Resources (BRMS), PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), dan tentu saja UNSP yang bergerak di sektor perkebunan.


Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat menginformasikan bahwa terdapat tujuh emiten milik Bakrie secara kompak belum menyampaikan laporan keuangan 2012 yang berakhir 31 Desember lalu. Seharusnya, emiten-emiten tersebut harus menyerahkan laporan keuangan tahun 2012 yang telah diaudit maksimal pada akhir Maret 2013.


Namun, hingga 1 April 2013, tujuh perusahaan Bakrie tersebut tak kunjung menyampaikan laporan keuangan yang telah diaudit.


Sumber: Merdeka.com


0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.292 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.210 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    886 respon

Total Respon: 9.388
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

lainnya...

berita internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft