Merdeka Uang News Feed
Updated: Thu, 09 May 2013 21:35:31 GMT | By Merdeka Uang News Feed

Mobil mewah yang ditongkrongi Dahlan diduga milik anggota TNI



Merdeka


MERDEKA.COM, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan hari ini, Kamis (9/6) menongkrongi mobil mewah yang masih parkir di jalanan di depan terminal keberangkatan 2F Bandara Soekarno - Hatta. Dahlan menunggu siapa sopir yang membawa dan memarkirkan mobil tersebut di jalanan meski dilarang.


Kabag Humas Kementerian BUMN Faisal Halimi mengatakan mobil tersebut bernomor polisi B 2 ATU dan kabarnya adalah mobil milik petinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI).


"Plat mobil mercy itu B 2 ATU (katanya petinggi TNI)," ucap Faisal dalam pesan singkatnya kepada merdeka.com.


Walaupun demikian, pihak Angkasa Pura II sebagai pengelola bandara akhirnya menggembok roda mobil mewah tersebut. Petugas kemanan bandara juga menggembok roda mobil yang ikut parkir di belakang mobil tersebut.


"Akhirnya mobil tersebut di gembok rodanya oleh petugas kemanan bandara termasuk sebuah Honda Jazz di belakang Mercy," tutup Faisal.


Sebelumnya, Dahlan merasa kesal bahwa tegurannya pada pihak AP II atas adanya mobil mewah parkir di depan terminal bandara tidak diindahkan. Hari ini Dahlan kembali menemukan kejadian serupa.


Dahlan merasa mobil-mobil yang parkir di depan terminal bandara menjadi penyebab kemacetan selama ini. Maka dari itu dia meminta pihak pengelola bandara untuk tegas memberi sanksi pada pelaku tidak bertanggung jawab tersebut.


Sumber: Merdeka.com


0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    1.904 respon
  2. 66 %
    Tidak
    5.053 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    708 respon

Total Respon: 7.665
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

lainnya...

berita internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft