Updated: Wed, 22 Aug 2012 19:08:00 GMT | By BeritaSatu.com Feed kanal Ekonomi

Sektor Pertanian Topang Pertumbuhan 2013



Berita Satu

BERITASATU.COM - Pemerintah menargetkan surplus cadangan beras sebesar 10 juta ton pada 2014

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengatakan, sektor pertanian akan menjadi roda utama penggerak pertumbuhan ekonomi pada 2013, seiring komitmen pemerintah untuk memperluas dan meningkatkan swasembada pangan.

“Pemerintah sudah berkomitmen untuk memperluas dan meningkatkan swasembada pangan. Ini adalah peluang sektor pertanian untuk ikut andil dalam menggerakkan pertumbuhan tahun depan,” kata Suryamin di Jakarta, baru-baru ini.

Dia mengatakan, pada 2014, pemerintah menargetkan bisa mewujudkan surplus cadangan beras sebesar 10 juta ton.

Hal ini tentu akan menjadi pemicu bagi sektor pertanian untuk meningkatkan kapasitas produksinya.

“Tentunya, semua itu mempunyai nilai tambah ke pertumbuhan ekonomi kita ke depan,” ujar dia.

Sebelumnya, Menteri Negara PPN/Kepala Bappenas Armida S Alisjahbana mengatakan, sektor pertanian menjadi salah satu pendukung optimisme pertumbuhan ekonomi pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2013 yang ditargetkan 6,8 persen.

“Jadi, kira-kira kalau dari sektoral, kuncinya tahun depan itu pertanian, kemudian industri pengolahan, dengan asumsi yang lain bisa momentumnya seperti sekarang,” kata Armida.

Menurut Armida, dari sisi produksi, sektor pertanian menyumbang 3,7 persen pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2012.

Oleh karena itu, dengan program menuju surplus beras 10 juta ton di 2014, pemerintah merancang RAPBN dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2013, dengan memprioritaskan sektor pertanian, termasuk infrastruktur mendukung pertahanan pangan seperti benih dan pupuk.

“Pemerintah berharap, pertanian sebagai sektor kunci dapat mempertahankan momentumnya seperti pada tahun 2012,” ujar seperti dikutip Antara.

Asal diketahui, pemerintah menetapkan asumsi pertumbuhan ekonomi pada RAPBN 2013 sebesar 6,8 persen atau lebih tinggi dibanding asumsi pertumbuhan ekonomi di APBN Perubahan 2012 sebesar 6,5 persen.

Sedangkan asumsi laju inflasi 4,9 persen, suku bunga surat perbendaharaan negara (SPN) tiga bulan, lima persen, nilai tukar rupiah Rp 9.300 per dolar AS, harga minyak USD 100 per barel, lifting minyak 900 ribu barel per hari, dan lifting gas pada kisaran 1,36 juta barel setara minyak per hari.

0Komentar

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    19 %
    Setuju
    757 respon
  2. 77 %
    Tidak setuju
    3.158 respon
  3.  
    4 %
    Tidak tahu
    171 respon

Total Respon: 4.086
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft