BeritaSatu Logo
Updated: Tue, 27 Nov 2012 14:11:00 GMT | By BeritaSatu.com Feed kanal makro

Punya 259.000 Sapi-Kerbau Potong, Bengkulu Tak Kekurangan Daging



Berita Satu

BERITASATU.COM - Sapi potong dan kerbau tersebut sebagian besar adalah milik petani dari hasil usaha penggemukan yang mereka lakukan

Provinsi Bengkulu saat ini memiliki populasi sapi potong lebih dari 200.000 ekor dan kerbau sebanyak 56.000 ekor. Populasi sapi potong dan kerbau ini tersebar di 10 kabupaten dan kota di Bengkulu.

"Jadi, kalau dilihat dari jumlah sapi potong dan kerbau yang ada di Bengkulu sekarang, kita tidak akan kekurangan daging, seperti yang dialami beberapa daerah di tanah air belakangan ini," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi Bengkulu, Irianto Abdullah, di Bengkulu, Selasa (27/11).

Irianto mengatakan, sapi potong dan kerbau tersebut sebagian besar adalah milik petani dari hasil usaha penggemukan yang mereka lakukan. Sebagian lagi merupakan milik Disnakeswan Bengkulu, hasil kerja sama penggemukan dengan peternak setempat.

"Jadi, kalau soal stok daging, di Bengkulu tidak akan kekurangan, karena sapi potong dan kerbau di daerah ini cukup banyak, mencapai 259.000 ekor. Hal inilah (kenapa) krisis daging di Jakarta tidak berimbas ke Bengkulu, dan harganya tetap stabil Rp70.000 per kilogram," ujarnya.

Bahkan, Irianto mengatakan, sapi hasil penggemukan petani di Bengkulu, selain untuk mengatasi kebutuhan lokal, juga sudah dijual ke luar daerah seperti Jambi, Palembang, dan daerah tetangga Bengkulu lainnya. Hal itu karena stok yang ada sudah melebihi kebutuhan masyarakat setempat.

Saat ini, kata Irianto, harga sapi potong di Bengkulu sekitar Rp7 juta dan kerbau Rp17 juta per ekor. Harga sapi dan kerbau tersebut sangat menjanjikan bagi para peternak lokal di Bengkulu. Sebab, jika dalam setahun mereka bisa menjual sapi sebanyak tiga ekor saja, maka penghasilannya sudah mencapai Rp21 juta. Sedangkan kerbau, kalau bisa menjual dua ekor setahun, bisa mendapatkan uang Rp34 juta.

Oleh karena itulah, kata Irianto, minat petani di Bengkulu untuk mengembangkan sapi potong terus meningkat, sehingga populasinya di daerah ini pun terus bertambah setiap tahunnya. "Kita ke depan (akan) terus membina petani peternak sapi potong, sehingga Bengkulu bisa menjadi penghasil sapi terbesar di Sumatera ke depan," ujarnya.

Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional di Kota Bengkulu, stok daging sapi dan kerbau di pedagang memang tampak cukup banyak. Harganya pun stabil di Rp65.000/kg untuk sapi, dan kerbau seharaga Rp70.000/kg.

"Kalau stok daging, tidak akan kurang, karena pasokan dari penjagal di daerah lancar. Berapa pun kebutuhan kita, setiap hari mereka suplai. Sekarang permintaan daging di Bengkulu sedikit berkurang dari biasanya, karena ekonomi masyarakat, khususnya petani sawit, sedang lesu karena harga turun," ujar Syarif (37), pedagang daging di Pasar Panorama, Kota Bengkulu.

Namun, dalam waktu dekat ini, menurut Syarif, permintaan daging di Bengkulu diperkirakan akan meningkat lagi dari masyarakat, khususnya untuk momen Natal dan Tahun Baru. "Kami sudah siap mengantisipasi kenaikan tersebut dengan menyiapkan stok sapi di penjagal setempat," ujarnya.

0Komentar

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    18 %
    Setuju
    1.279 respon
  2. 78 %
    Tidak setuju
    5.703 respon
  3.  
    4 %
    Tidak tahu
    302 respon

Total Respon: 7.284
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft